Sukses

Susu Soya Bikin si Kecil Sulit Buang Air Besar?

Benarkah konsumsi susu soya membuat si Kecil sulit buang air besar? Ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Susu soya bisa menjadi salah satu alternatif untuk si Kecil yang alergi susu sapi. Namun, ada dugaan bahwa susu ini dapat menyebabkan sembelit pada si Kecil. Sembelit akan membuat si Kecil kesulitan dalam hal buang air besar (BAB), seperti menurunkan frekuensi BAB, tinja lebih besar dan lebih keras, serta lebih nyeri saat BAB.

Hanya sebagian bayi yang mengalami sembelit setelah mengonsumsi susu soya. Belum jelas apa sebenarnya mekanisme yang menyebabkan sembelit tersebut. Mekanisme reaksi alergi ataupun intoleransi laktosa dinilai masih berlaku.

Perlu Bunda ketahui bahwa sembelit dapat disebabkan oleh sejumlah hal. Ketika si Kecil yang mengonsumsi susu soya mengalami sembelit, Bunda harus mempertimbangkan pemicu di baliknya. Berikut kondisi-kondisi yang bisa menjadi faktor penyebabnya:

  • Sembelit yang timbul sejak lahir disertai perut kembung dan pertumbuhan bayi yang terganggu patut dicurigai sebagai penyakit Hirschsprung. Penyakit ini terjadi karena adanya masalah pada saraf di bagian paling ujung usus besar sehingga tidak dapat mengeluarkan tinja. Gejala khasnya adalah kesulitan BAB sejak lahir dan tinja menyemprot keluar jika anus dicolok (prosedur colok dubur).
  • Sembelit juga umum terjadi pada bayi yang mengalami perubahan jenis makanan yang dikonsumsi. Misalnya, perubahan dari ASI ke susu formula, penambahan MPASI, dan pemberian makanan yang lebih padat dibanding sebelumnya.
  • Kurangnya asupan cairan, takaran susu berlebihan, belum terbentuk kebiasaan BAB, dan gangguan pada area bokong juga dapat menyebabkan sembelit. Biasanya, kondisi tersebut terjadi pada anak usia 1–3 tahun.
  • Pada anak usia sekolah, sembelit dapat disebabkan karena pola BAB-nya. Misalnya, si Kecil memiliki kecenderungan tidak mau BAB di tempat umum, kecuali di toilet rumah. Akibatnya, saat waktunya BAB Si Kecil menundanya hingga sampai ke rumah. Kondisi tersebut dapat membuat tinja makin keras dan sulit untuk dikeluarkan. Selain itu, pola makan rendah serat juga dapat memicu sembelit.

Ada beberapa hal yang bisa Bunda lakukan sebagai penanganan awal jika si Kecil mengalami sembelit, seperti:

  • Tingkatkan jumlah serat pada makanan si Kecil. Sumber serat dapat diperoleh dari berbagai sayur dan buah.
  • Tingkatkan asupan cairan. Biasakan si Kecil untuk mengonsumsi air putih. Umumnya, anak berusia di bawah 8 tahun membutuhkan air putih sebanyak 1.000–1.300 ml per hari. Anak yang lebih besar membutuhkan air putih sebanyak 1.300–1.500 ml (perempuan) dan 1.500–1.700 ml (laki-laki).
  • Hindari susu sapi dan produk olahannya, seperti keju, yoghurt, atau es krim, karena protein susu sapi dapat memperparah sembelit.
  • Jika Si Kecil alergi susu sapi dan mengalami sembelit setelah konsumsi susu soya, alternatif lain yang dapat dicoba adalah memberikan susu formula hidrosilat ekstensif yang sifat alergeniknya lebih rendah. Susu ini merupakan pilihan utama untuk si Kecil yang alergi susu sapi tanpa komplikasi. Selain itu, pemberian susu formula asam amino dianggap bisa mengatasi alergi susu sapi.

Penanganan terbaik sembelit pada si Kecil memang harus berdasarkan penyebabnya. Karena itu, jika Bunda sudah mencoba berbagai tindakan tetapi sembelit si Kecil belum dapat teratasi, sebaiknya segera periksakan si Kecil ke dokter spesialis anak.

Jika si Kecil cocok dengan susu soya dan tidak mengalami masalah buang air besar, Bunda sekeluarga bisa berbahagia karena dapat menikmati produk Morinaga Soya untuk sehari-hari. Berikan yang terbaik kepada si Kecil dengan menyajikan formula pertumbuhan Morinaga Chil Kid Soya MoriCare+ Prodiges (1-3 tahun) dan Morinaga Chil School Soya MoriCare+ Prodiges (3–12 tahun). Kandungan 100% protein soya di dalamnya setara susu sapi, dilengkapi asam amino esensial serta vitamin dan mineral. Yuk, dukung si Kecil menjadi Generasi Platinum yang Multitalenta dengan pemilihan nutrisi yang tepat!

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar