Sukses

Mengenal FAST, Upaya Pertolongan Pertama pada Penderita Strok

Kala serangan strok terjadi, lakukan upaya pertolongan pertama pada penderita strok berikut ini, yang sering disingkat dengan FAST.

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit strok telah banyak memakan korban. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes RI tahun 2014, penyakit strok menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian 21.1 persen dari 41.590 kematian.

Oleh sebab itu, strok harus segera diatasi. Sebagai upaya pertolongan pertama, terdapat metode FAST (face, arms, speech, time) yang bisa Anda lakukan.

Metode FAST sebagai pertolongan pertama penderita strok

Gejala dari serangan strok yang paling sering muncul dalah badan lemas atau mati rasa pada satu sisi tubuh, hingga bicara yang pelo atau sulit dimengerti. Berdasarkan hal ini, dikembangkanlah sebuah metode evaluasi lewat pertanyaan dan arahan sederhana untuk mengenali gejala strok, disingkat sebagai FAST.

  • Face. Apakah satu sisi wajah terkulai saat penderita mencoba tersenyum?
  • Arms. Apakah posisi salah satu lengan lebih rendah saat penderita mencoba mengangkat kedua lengannya?
  • Speech. Apakah penderita dapat mengulang kalimat sederhana? Apakah bicaranya pelo atau sulit dimengerti?
  • Time. Bila dijawab ‘ya’ pada salah satu pertanyaan di atas, segera hubungi layanan gawat darurat setempat.

Saat serangan, setiap detik teramat berarti

Serangan strok terjadi akibat adanya sumbatan atau perdarahan pada pembuluh darah yang mengaliri otak. Aliran darah ke otak menjadi jauh berkurang atau bahkan tersumbat total, sehingga sel-sel otak tidak mendapat energi untuk menjalankan fungsinya.

Kenyataannya, kematian sel-sel saraf di area otak yang mengalami strok terjadi hanya dalam waktu 4 sampai 6 menit sejak timbulnya serangan. Berbeda dengan sel kulit atau sel tulang, sel saraf otak yang sudah rusak atau mati ini tidak bisa lagi diperbaiki, apalagi diganti dengan yang baru.

Akibatnya, kerusakan yang timbul pun akan menjadi permanen. Karena itu, pertolongan pertama harus segera dilakukan agar kerusakan sel saraf tak semakin meluas.

Segera cari bantuan medis

Ingatlah bahwa Anda berpacu dengan waktu di saat serangan strok terjadi. Oleh sebab itu, jika Anda menemukan seseorang yang dicurigai mengalami strok, segera hubungi layanan gawat darurat setempat.

Sementara menunggu bantuan tiba, tetaplah tenang dan lakukan hal-hal berikut:

  • Posisikan penderita dalam posisi miring mantap yang merupakan kelanjutan dari tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Atur tubuh penderita berbaring menghadap ke salah satu sisi tubuh dengan kepala disangga tangan penderita. Posisi ini memungkinkan jalan napas penderita tetap terbuka.
  • Periksa apakah penderita bernapas. Bila bernapas namun tampak sulit, kendurkan pakaian, dasi atau syal yang dipakai. Bila tidak, lakukan Resusitasi Jantung paru (RJP) untuk membuka kembali jalan napas yang menyempit atau bahkan tertutup.
  • Jika penderita sadar, cobalah untuk menenangkan dan meyakinkannya akan baik-baik saja.
  • Selimuti penderita agar tetap hangat dan hindari memberi makan atau minum.
  • Jangan pindahkan posisi penderita yang mengalami badan lemas atau kelumpuhan anggota tubuh.
  • Perhatikan bila ada perubahan atau perburukan kondisi penderita.
  • Sebagai penolong, bersiaplah untuk memberitahu petugas medis apa saja yang Anda lihat dan lakukan sejak awal.

Agar serangan strok tidak kembali berulang

Selain memberikan pertolongan pertama seperti telah dijelaskan di atas dan terapi yang tepat sejak dini, hal yang juga penting pada penanganan strok yakni mencegah serangan strok terulang kembali.

Tentunya, tidak ada orang yang mau terkena serangan strok berkali-kali. Karenanya, upaya pencegahan menjadi sangat penting. Untuk memudahkan, ingatlah gaya hidup TANGKAL yang mencakup:

Teratur periksa kolesterol.

Awasi asupan dan pola makan.

Nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol.

Giat Berolahraga dengan senam B-FIT.

Kendalikan berat badan dan hindari stres.

Awasi tekanan darah.

Lengkapi dengan rutin mengonsumsi suplemen penurun kolesterol, terutama yang mengandung plant stanol ester.

***

Bila timbul kecurigaan adanya penyakit strok pada kerabat atau orang di sekitar Anda, meski gejala yang muncul ringan atau kemudian hilang dengan sendirinya, tetap anggap kondisi tersebut sebagai sesuatu yang serius dan segera beri pertolongan pertama. Walau tampaknya sederhana, metode di atas berpengaruh terhadap kecacatan permanen dan komplikasi strok yang mungkin terjadi. Ingat strok, ingat FAST!

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar