Sukses

Sering Perut Kembung? Mungkin Ini Sebabnya

Perut kembung tak melulu disebabkan oleh hal sepele. Keadaan itu juga bisa menjadi pertanda adanya penyakit tertentu.

Klikdokter.com, Jakarta Perut kembung atau meteorismus merupakan kondisi terperangkapnya udara (gas) dalam rongga abdomen atau usus. Kondisi ini dapat dialami segala usia, mulai dari bayi hingga orang tua.

Perut kembung dapat menjadi keluhan tunggal, atau disertai gangguan lain seperti nyeri ulu hati, mual, muntah, rasa tidak nyaman di perut dan lain-lain. Perjalanan keluhan ini tergolong sulit ditentukan, dan beberapa bukti menyebutkan bahwa perut kembung berhubungan dengan hipersensitivitas pada usus, penumpukan gas, aktivitas bakteri di usus, dan lainnya.

Meski demikian, perut kembung paling sering disebabkan oleh kondisi-kondisi di bawah ini:

  1. Gangguan enzim

Enzim amilase, protease, dan lipase memegang peranan penting dalam proses pencernaan. Bila enzim tersebut mengalami gangguan, keluhan perut kembung tak bisa dihindari lagi.

  1. Banyak gas di perut

Bokoli, kol, apel, dan alpukat adalah beberapa contoh makanan yang mengandung banyak gas. Bila Anda mengonsumsinya, apalagi dalam jumlah berlebih, perut kembung sangat mungkin terjadi.

  1. Sembelit atau konstipasi

Kurangnya serat menyebabkan penumpukan kotoran di usus. Lama-kelamaan, keadaan tersebut akan membuat usus kesulitan untuk mengeluarkan sisa kotoran dan gas. Sebagai akibatnya, perut akan terasa penuh, kembung, dan begah.

  1. Menelan udara

Naik sepeda motor tanpa masker atau berada di ruangan dingin terlalu lama bisa membuat tubuh kemasukan udara dalam jumlah berlebih. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya perut kembung.

  1. Makan terlalu banyak atau terlalu cepat

Perut yang mendadak kembung setelah makan mungkin disebabkan oleh karena Anda mengonsumsi makanan terlalu banyak di waktu yang sama. Hal yang sama juga bisa terjadi jika Anda makan atau minum terlalu cepat.

  1. Intoleransi makanan

Pada penderita intoleransi laktosa, Anda akan mengalami perut kembung ketika mengonsumsi susu atau produk olahannya seperti keju, yoghurt, atau mayones.

  1. Stres

Stres bisa memicu peningkatan asam lambung, yang salah satu gejalanya adalah perut terasa kembung dan begah.

  1. Obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat dapat menimbulkan efek samping perut kembung. Obat yang mengandung gula alkohol (glusitol), serta obat diabetes golongan akarbose, adalah beberapa contohnya.

  1. Penyakit saluran cerna

Irritable Bowel Syndrome (IBS), sindroma dispepsia, gastro-esophageal reflux disease (GERD), infeksi usus, dan gangguan saluran cerna lainnya dapat memberikan gejala berupa perut kembung.

Pada kasus ini, perut kembung biasanya terjadi disertai dengan keluhan lain seperti rasa tidak nyaman di perut, terasa penuh, mual, muntah, perih di sekitar ulu hati, dan sering serdawa.

Solusi perut kembung

Jangan sampai diri Anda mengalami perut kembung. Lakukan kiat berikut sebagai upaya mencegah dan mengatasi keluhan tersebut:

  • Hindari makanan yang mengandung banyak gas atau memicu produksi gas berlebih di saluran cerna.
  • Perbanyak konsumsi makanan serat.
  • Konsumsi air putih setidaknya dua hingga tiga liter per hari.
  • Banyak bergerak, baik dengan berolahraga atau melakukan aktivitas harian.
  • Hindari berbicara saat makan.
  • Jaga mulut tetap tertutup saat mengunyah.
  • Batasi porsi makan. Makan sedikit tapi sering lebih baik daripada makan jarang tapi langsung dalam porsi banyak.
  • Kelola stres dengan sebaik-baiknya.
  • Konsumsi bahan-bahan alami, seperti jahe merah, nanas, royal jelly dan madu, serta adas yang terbukti dapat membantu mengatasi perut kembung.

Jika dengan cara di atas perut kembung masih saja terjadi atau menetap, jangan tunda untuk berobat ke dokter. Bisa jadi perut kembung yang Anda alami disebabkan oleh kondisi gawat darurat, yang membutuhkan penanganan segera.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar