Sukses

Tips Menyusui untuk Ibu Bekerja

Jangan sampai pekerjaan menghalangi Anda untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi. Lakukan tips ini agar tetap bisa menyusui dengan nyaman.

Klikdokter.com, Jakarta Menyusui adalah momen paling penting bagi ibu dan bayi. Karena dengan menyusui, kebutuhan gizi si Kecil terus terpenuhi dan hubungan antar ibu maupun bayi bisa lebih erat lagi. Pemberian ASI penting dilakukan, khususnya di enam bulan pertama kehidupan bayi.

Namun di era globalisasi seperti sekarang ini, tak sedikit ibu yang kesulitan menyusui bayi lantaran sibuk bekerja. Anda salah satu ibu yang juga mengalami kendala ini?

Tak perlu khawatir, ibu bekerja tetap bisa memberikan bayi ASI secara eksklusif tanpa kekurangan sesuatu apa pun. Untuk mencapai tujuan ini, tindakan yang perlu Anda lakukan adalah menyiapkan ASI perah.

ASI perah untuk ibu bekerja

Setelah bayi lahir, ibu sudah harus belajar cara memerah ASI dengan benar. Tindakan ini memungkinkan bayi untuk tetap mendapatkan ASI, meski berasal dari payudara Anda langsung.

Dalam menyiapkan ASI perah, terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu:

  1. Keluarkan sebanyak yang Anda bisa

Keluarkan ASI dari payudara Anda sebanyak-banyaknya. ASI ini bisa Anda tampung dalam cangkir atau gelas yang bersih. Sekitar setengah cangkir ASI (100 ml) dapat digunakan untuk sekali minum bayi.

  1. Tutup rapat wadah ASI perah

Tutup wadah yang berisi ASI perah dengan kain bersih. Simpan di tempat yang paling sejuk di rumah, di dalam lemari es, atau di tempat yang aman, agak gelap dan bersih.

  1. Jangan dimasak atau dipanaskan

ASI perah tidak boleh dimasak atau dipanaskan. Karena proses tersebut akan merusak bahan-bahan anti-infeksi yang terkandung di dalam ASI.

  1. Perah ASI setiap tiga jam

Di tempat bekerja, ibu dapat memerah ASI sebanyak dua hingga tiga kali (setiap 3 jam). Pengeluaran ASI dapat membuat ibu merasa nyaman dan mengurangi ASI yang menetes dari payudara.

ASI yang Anda perah di tempat kerja dapat dimasukkan ke dalam lemari es dan dibawa pulang menggunakan termos es. Selain untuk mencukupi kebutuhan ASI si Kecil, tindakan ini juga turut memacu payudara Anda untuk terus memproduksi ASI.

  1. Simpan ASI perah dengan benar

ASI perah sebaiknya di simpan di dalam plastik polietylen atau gelas kaca. Jika Anda hendak menyimpannya di dalam kulkas, pastikan posisinya tidak berdekatan dengan daging, telur, atau bahan makanan lainnya.

Jika Anda hendak menyimpan ASI perah di kantor untuk sementara, jangan lupa untuk menuliskan nama anak di label yang ditempelkan pada wadah supaya tidak tertukar.

  1. Perhatikan lama ASI perah disimpan

Jika Anda hendak menyimpan ASI perah untuk sementara waktu, berikut adalah perkiraan kedaluwarsa ASI tersebut:

  • Deep freezer (-20°C): 6–12 bulan
  • Freezer di kulkas dua pintu: 3–4 bulan
  • Freezer di kulkas satu pintu: 2 bulan
  • Kulkas (0–4°C): 1–2 hari
  • Insulated cooler bag dengan ice packs: 24 jam
  • Ruangan dengan suhu 19–25°C: 4–8 jam
  • Ruangan dengan suhu 27–32°C: 12 jam

Untuk memastikan bahwa ASI yang Anda produksi memiliki kualitas terbaik, jangan lupa untuk mengonsumsi PRENAGEN lactamom dua kali sehari.

PRENAGEN lactamom merupakan susu khusus menyusui dengan kandungan vitamin D, B2, B12, DHA, kolin, dan zat besi, yang terbukti efektif dalam meningkatkan produksi dan kualitas ASI ibu.

Jangan biarkan pekerjaan menjadi penghalang Anda untuk menyusui bayi di enam bulan pertama kehidupannya. Lakukan tips di atas dengan saksama, dan jangan lupa minum PRENAGEN lactamom dua kali sehari agar si Kecil terus mendapatkan kebaikan alami dari ASI.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar