Sukses

Hati-hati, Perilaku Sedenter Bisa Memicu Penyakit Jantung

Perilaku sedenter atau jarang bergerak ternyata berbahaya jika dibiarkan begitu saja. Salah satu bahaya yang mengintai adalah serangan penyakit jantung.

Klikdokter.com, Jakarta Kemajuan teknologi saat ini membuat sebagian masyarakat tanpa sadar hidup dengan perilaku sedenter atau jarang bergerak. Padahal, perilaku sedenter dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan sedenter? Ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kegiatan dengan pengeluaran energi yang rendah. Misalnya menonton televisi, bermain media sosial, mengendarai mobil, dan lain-lain.

Perilaku sedenter di Indonesia

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sekitar 26,1 persen penduduk Indonesia pada kenyataannya kurang melakukan aktivitas fisik. Hasil penelitian tersebut juga menyatakan penduduk yang berusia lebih dari 10 tahun rata-rata menjalankan perilaku sedenter selama 3–6 jam dalam sehari.

Baca Juga: 4 Cara Memulai Gaya Hidup Sehat Bebas Kolesterol

Tidak melakukan aktivitas fisik juga dikaitkan dengan meningkatnya angka kejadian penyakit kronis yang dapat memperburuk kondisi kesehatan.Beberapa penyakityang terkait dengan perilaku sedenter antara lain penyakit kardiovaskular, gagal jantung kongestif, stroke, kanker, osteoporosis, obesitas, diabetes tipe 2, dan hipertensi.

Sebuah penelitian yang dilakukan selama 21 tahun mengaitkan antara perilaku sedenter dengan risiko kematian penyakit kardiovaskular. Penelitian ini membuktikan bahwa perilaku sedenter akan meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular. Penelitian tersebut menganjurkan masyarakat untuk meningkatkan aktivitas fisik secara rutin.

Agar terhindar dari penyakit jantung

Pada tahun 2008, Pedoman Aktivitas Fisik untuk Komite Penasihat Amerika menganjurkan bahwa orang dewasa sebaiknya melakukan aktivitas fisik atau berolahraga setiap minggunya. Aktivitas yang disarankan adalah olahraga dengan intensitas sedang selama 150 menit, atau intensitas berat selama 75 menit. Bahkan bisa juga kombinasi keduanya.

Penelitian menunjukkan bahwa pedoman ini dapat membuat risiko penyakit kardiovaskular berkurang, sehingga menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Olahraga atau aktivitas fisik tidak dapat dimungkiri lagi mampu memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan. Manfaat olahraga atau aktivitas fisik untuk jantung antara lain:

  • Menurunkan tekanan darah
  • Mengendalikan berat badan
  • Memperkuat jantung
  • Menurunkan risiko penyakit jantung koroner
  • Menurunkan risiko serangan jantung
  • Menghilangkan stres

 

1 dari 2 halaman

Olahraga untuk kesehatan jantung

Jenis olahraga untuk kesehatan jantung yang disarankan oleh Departemen Kesehatan di Amerika Serikat dibagi sesuai tingkatan usia, yaitu:

  1. Anak-anak dan remaja

Lakukan kegiatan fisik selama 60 menit atau lebih setiap hari. Pilihlah jenis aktivitas yang bervariasi, menyenangkan, dan baik untuk perkembangan fisik.

Olahraga yang disarankan adalah gerakan aerobik dengan intensitas sedang. Misalnya berjalan, bermain fisik, dan bersepeda. Aktivitas fisik intensitas berat seperti berlari, melompat, dan berenang cepat disarankan dilakukan tiap 3 hari dalam seminggu.

  1. Dewasa

Lakukan aerobik dengan intensitas sedang minimal 60 menit dalam seminggu.Disarankan juga melakukan aktivitas fisik selama 10 menit setiap sesinya dan dibagi secara terjadwal dalam seminggu. Cara ini akan mengoptimalkan hasil olahraga dengan memberi waktu otot untuk beristirahat.

  1. Umur 65 tahun ke atas

Lansia seharusnya aktif bergerak, dan dapat mengikuti panduan olahraga seperti orang dewasa. Namun, bila lansia tidak mampu, maka dapat disesuaikan dengan kemampuan tubuh masing-masing.

Lakukan lebih banyak variasi gerakan seperti berjalan. Gerakan ini terbukti dapat memberikan manfaat olahraga dengan risiko cederayang lebih kecil.

Agar mendapat manfaat yang maksimal, berikut ini adalah kiat untuk melakukan olahraga yang baik:

  1. Beri jeda waktu. Setidaknya istirahatkan tubuh selama satu jam setelah makan sebelum Anda melakukan olahraga.
  2. Lakukan pemanasan. Hal ini membantu jantung Anda untuk menyesuaikan diri dari istirahat untuk berolahraga
  3. Akhiri dengan gerakan pendinginan setelah selesai olahraga. Setelah olahraga sebaiknya perlambat aktivitas Anda secara bertahap, jangan secara tiba-tiba. Duduk, berdiri diam, atau berbaring tepat setelah olahraga dapat membuat Anda merasa pusing atau bahkan jantung berdebar-debar.
  4. Cukup minum air. Minumlah air sebelum, selama, dan setelah Anda olahraga.

Perilaku sedenter di mana Anda jarang bergerak, ternyata berisiko memicu penyakit jantung. Jadi, luangkan waktu sejenak untuk berolahraga atau melakukan aktivitas fisik secara optimal. Selamat berolahraga!

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar