Sukses

Bahaya di Balik Makanan Bersantan saat Lebaran

Lebaran sudah dekat! Umumnya, menu Lebaran diwarnai dengan berbagai makanan bersantan. Apa yang akan terjadi jika Anda mengonsumsi terlalu banyak makanan bersantan?

Klikdokter.com, Jakarta Setelah membaca judul tulisan ini, Anda pasti sudah membayangkan berbagai macam makanan bersantan yang menjadi primadona saat Lebaran nanti. Mulai dari opor ayam, gulai sapi, tongseng kambing, sayur pepaya dengan kuah santan, dan masih banyak lagi. Dengan alasan “hanya setahun sekali” banyak orang yang jadinya tak mampu mengontrol nafsu makan. Padahal, makanan bersantan yang dikonsumsi secara berlebihan dapat membahayakan tubuh.

Santan merupakan bahan makanan yang cukup sering digunakan untuk memasak. Tak hanya hidangan utama seperti yang disebutkan di atas, tapi juga sajian manis seperti es cendol dan bubur ketan hitam.

Sisi baik dan buruk santan

Santan berasal dari perasan parutan kelapa. Santan juga kini sudah tersedia dalam bentuk kemasan. Kelapa sendiri mengandung gizi yang tinggi dan kaya akan serat, vitamin C, E, B1, B3, B5, B6 dan mineral seperti besi, selenium, sodium, kalsium, magnesium, dan fosfor. Santan juga tidak mengandung laktosa sehingga dapat digunakan menjadi pengganti susu bagi Anda yang memiliki intoleransi laktosa.

Kelapa adalah salah satu makanan yang berada di tengah-tengah level ‘baik’ dan ‘buruk’, tergantung seberapa banyak Anda mengonsumsinya. Santan—terutama yang rendah lemak—boleh dikonsumsi dalam jumlah yang sewajarnya (1–2 kali per minggu).

Sebagai gambaran, dalam 100 ml santan kemasan mengandung 169 kalori, 1,1 gram protein, 16,9 gram lemak (14,6 gram lemak jenuh), dan 3,3 gram karbohidrat.

Lemak jenuh sering dikaitkan dengan penyakit jantung. Terdapat beberapa jenis lemak yaitu lemak tak jenuh (unsaturated fat), lemak jenuh (saturated fat), lemak trans, lemak cis, dan asam lemak omega. Lemak tak jenuh dibagi lagi menjadi dua, yaitu lemak tak jenuh rantai tunggal (monounsaturated fat) dan lemak tak jenuh rantai banyak (polyunsaturated fat).

Mengonsumsi banyak lemak, terutama lemak jenuh, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Lemak jenuh dapat menyebabkan peningkatan LDL (low density lipoprotein) alias kolesterol jahat dalam tubuh.

LDL adalah kolesterol jahat yang dapat menyebabkan penumpukan kolesterol di pembuluh darah. Penumpukan kolesterol di pembuluh darah tersebut dapat menyebabkan beberapa penyakit, yang diketahui dapat berakibat fatal bagi tubuh seperti serangan jantung dan strok.

Santan juga termasuk makanan yang tinggi kalori. Karena makanan bersantan dikenal enak dan gurih, banyak orang yang mengabaikan batasan jumlah yang dikonsumsi. Akibatnya, kalori yang didapat sekali makan bisa jadi terlalu tinggi. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan, yang dapat berujung pada obesitas.

Sebenarnya, kelapa dapat membawa manfaat dalam meningkatkan kadar HDL (high density lipoprotein) alias kolesterol baik. Namun, manfaatnya ini tidak sebanyak lemak jenuhnya, sehingga mengonsumsi makanan bersantan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Terlebih lagi, biasanya kadar kolesterol tinggi dalam tubuh tidak menimbulkan gejala. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya jagalah kadar kolesterol tubuh mulai dari sekarang.

Salah satu cara untuk menjaga kadar kolesterol adalah dengan mengonsumsi plant stanol ester yang terbukti dapat mencegah dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Sekarang sudah tersedia minuman rasa buah atau smoothie di pasaran yang membawa khasiat plant stanol ester di dalamnya.

Kini Anda telah mengetahui bahaya yang mengintai di balik makanan bersantan yang tinggi lemak jenuh, yang jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan strok. Tak hanya itu, makanan bersantan juga diketahui dapat menyebabkan perut kembung dan gas berlebih, penyempitan pembuluh darah, serta memicu tekanan darah tinggi.

Bijaklah dalam memilih dan menjaga batasan jumlah makanan yang dikonsumsi saat Lebaran, termasuk makanan yang sangat menggoda seperti makanan bersantan. Lakukan pencegahan dengan menerapkan pola makan sehat, berolahraga secara rutin, serta mengonsumsi minuman yang mengandung plant stanol ester yang dapat menurunkan dan mencegah kolesterol jahat.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar