Sukses

Inilah Cara Mencuci Pakaian Bayi yang Baik

Jangan salah, cara mencuci pakaian bayi yang tidak tepat bisa berakibat buruk untuk kesehatan kulit si Kecil.

Klikdokter.com, Jakarta Kulit bayi yang masih sangat sensitif membuatnya rentan mengalami iritasi. Kondisi ini terjadi tak hanya disebabkan oleh air, sabun mandi, dan produk perawatan kulit saja, melainkan juga karena pakaian yang dikenakannya. Oleh sebab itu, Anda perlu tahu bagaimana cara mencuci pakaian bayi yang baik.

Sekalipun masih kecil, bayi dapat beberapa kali berganti pakaian dalam satu hari. Itulah sebabnya mengapa perlu mempertimbangkan bahan, ukuran, dan kenyamanan saat membeli pakaian bayi.

Anda juga perlu mengetahui aturan mencuci pakaian bayi yang benar. Hal ini penting karena pakaian tersebut bersentuhan langsung dengan kulit bayi.  

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dipertimbangkan terkait pakaian bayi:

1. Cuci sebelum dipakai. Setelah membeli pakaian baru, selalu cuci terlebih dahulu sebelum mengenakannya pada bayi. Anda tidak mengetahui dengan pasti proses yang terjadi mulai dari pembuatan, pengemasan, hingga pakaian tersebut sampai di tangan Anda.

Mencuci terlebih dahulu dapat mengurangi kemungkinan adanya bahan atau iritan yang tertinggal. Inilah langkah awal yang tak boleh Anda remehkan.

2. Gunakan deterjen dan pelembut pakaian khusus. Mengingat kulit bayi yang masih sensitif, cucilah pakaian menggunakan deterjen khusus serta pelembut pakaian yang diformulasi khusus untuk bayi. Formula seperti ini biasanya aman untuk kulit bayi.

Hal ini sebenarnya penting dilakukan pada usia 0–6 bulan. Namun, bila bayi memiliki kulit yang sensitif dan mudah iritasi, sebaiknya penggunaan formula khusus bayi tersebut dilanjutkan meskipun anak sudah berusia lebih dari enam bulan.

3. Gunakan air biasa. Ada banyak anggapan untuk mencuci pakaian bayi harus mengguakan air panas untuk menghilangkan kuman. Hal tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Mencuci dengan air mendidih justru dapat merusak kain dan mengurangi kelembutannya, sehingga menjadi kurang nyaman dipakai. Pakailah air dengan suhu biasa untuk mencuci.

4. Metode mencuci yang tepat. Perhatikan metode mencuci pakaian sesuai dengan jenis bahannya. Hal tersebut biasanya tertera di label pakaian. Apakah harus dicuci manual menggunakan tangan (hand wash) atau boleh menggunakan mesin cuci (machine wash).

Selain itu, hal penting lainnya adalah waktu untuk merendam pakaian. Hindari merendam pakaian terlalu lama karena dapat memberi kesempatan kuman tumbuh. Rendam pakaian tidak lebih dari 30 menit.

5. Hindari menggunakan penghilang noda. Penghilang noda (stain removal) sebaiknya tidak digunakan untuk menghilangkan noda susu atau kotoran pada pakaian bayi. Pasalnya, zat yang terkandung dalam penghilang noda berpotensi memicu iritasi pada kulit bayi, terutama kulit yang kering dan sensitif.

Cara terbaik menghilangkan noda pada pakaian bayi adalah membersihkannya dengan air mengalir saat noda masih baru. Anda jua dapat membersihkannya terlebih dulu menggunakan tisu, sebelum mencucinya.

6. Terapkan pada perlengkapan bayi lainnya. Aturan di atas juga sebaiknya Anda terapkan bukan hanya saat mencuci pakaian. Terapkan juga pada selimut, jaket, seprai, sarung bantal, dan mainan bayi –khususnya soft toys seperti boneka.

Benda-benda tersebut memang tidak langsung melekat pada kulit bayi seperti halnya pakaian, hingga tidak perlu terlalu sering dicuci. Namun debu dan tungau bisa saja terperangkap di barang-barang tersebut, sehingga Anda tetap harus rutin mencucinya. Cucilah setidaknya seminggu sekali.

Nah, berbekal informasi seputar cara mencuci pakaian bayi yang baik di atas, sekarang Anda bisa mencuci pakaian bayi dengan tepat tanpa takut mengiritasi kulit buah hati.

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar