Sukses

7 Mitos dan Fakta Seputar Menopause

Apa saja mitos tentang menopause yang perlu disingkirkan jauh-jauh?

Klikdokter.com, Jakarta Menopause adalah proses alami yang pasti dilalui oleh setiap wanita. Penting untuk mempersiapkan dan menghadapinya daripada menolak fakta tersebut. Sayangnya, tak sedikit orang yang masih memiliki pandangan yang keliru mengenai menopause.

Bisa jadi karena menopause masih menjadi topik yang sensitif atau menyeramkan untuk dibicarakan. Berikut adalah tujuh mitos seputar menopause yang perlu Anda ketahui:

1. “Menopause selalu terjadi pada usia kepala lima.”

Kebanyakan wanita mengalami menopause pada kisaran usia 45–55 tahun. Namun, ada juga yang mengecapinya lebih awal pada usia 40 tahun, atau bahkan lebih terlambat yaitu di sekitar akhir 50 atau 60 tahun. Pada kasus yang jarang, ada juga yang menjumpainya pada akhir 30-an tahun.

2. “Menopause adalah masa yang singkat.”

Menopause bukan sekadar tidak mengalami menstruasi lagi. Hal ini merupakan tanda terjadinya perubahan hormonal dalam tubuh seorang wanita. Perubahan tersebut tidak terjadi mendadak dalam waktu singkat, melainkan melewati proses beberapa tahun.

Mulai dari periode menstruasi yang tidak seperti biasanya hingga berhenti sama sekali, berkeringat pada malam hari, sampai akhirnya perubahan aktivitas hormon estrogen yang berdampak pada kepadatan tulang dan kesehatan jantung.

3. “Setiap wanita menopause mengalami hot flush.”

Rasa panas dalam tubuh hingga berkeringat bahkan pada malam hari (hot flush)adalah salah satu gejala yang paling sering dirasakan wanita yang memasuki masa menopause. Namun, tidak semua wanita mengalami hal itu.

Menurut penelitian, sekitar 80% wanita merasakan hot flush, 17% menderita gejala ringan saja, dan 3% tidak mengalaminya. Sebagian wanita menanggungnya selama berbulan-bulan, sedangkan sebagian lainnya mungkin mengalaminya beberapa tahun.

4. “Menopause tidak berpengaruh pada kondisi psikis wanita.”

Memang benar, gejala menopause yang paling sering dan nyata adalah hot flush dan berkeringat pada malam hari. Namun, Anda perlu tahu bahwa gejala psikis lainnya cukup mengganggu bagi sebagian wanita.

Sulit tidur atau sering terbangun pada malam hari, mood yang buruk, serta sering merasa gelisah merupakan beberapa gejala yang sering luput dan dianggap ‘perasaan’ yang bersangkutan saja. Padahal, hal tersebut juga bagian dari proses menopause.

5. “Menopause membuat Anda gemuk.”

Ketika mengalami menopause, maka metabolisme wanita akan melambat. Akibatnya,berat badan cenderung akan meningkat sedangkan massa otot menurun.

Makan sedikit saja, atau makan seperti saat sebelum menopause, sudah membuat berat badan naik. Selain itu, perubahan aktivitas estrogen menyebabkan distribusi lemak cenderung berkumpul di daerah perut atau pinggul.

Namun, Anda dapat menyiasatinya dengan berolahraga aerobik secara rutin, setidaknya tiga kali seminggu selama masing-masing satu jam. Anda juga dapat melakukan olahraga angkat beban untuk menjaga massa otot dan postur tubuh.

6. “Menopause berarti tidak ada lagi aktivitas seks.”

Memang benar bahwa hasrat dan kepuasan seksual dapat terpengaruh karena menopause. Apalagi elastisitas vagina berkurang serta produksi cairan menurun.

Namun, itu tidak berarti berakhirnya kehidupan seks seseorang. Anda tetap dapat menikmati kehidupan seks yang sehat hingga usia 60 bahkan 70 tahun. Penggunaan pelumas atau terapi pengganti hormon juga dapat membantu.

7. “Penggunaan terapi pengganti hormon termasuk berbahaya.”

Tentu saja, tidak ada terapi yang 100 persen aman, pasti selalu ada risiko efek samping yang tidak diinginkan. Namun, penelitian membuktikan bahwa secara umum penggunaan terapi pengganti hormon memberikan manfaat yang melebihi risikonya asal digunakan tidak dalam waktu lama.

Keuntungan yang didapatkan adalah mengurangi gejala hot flush, memperbaiki kualitas fungsi seksual, dan menekan risiko osteoporosis. Konsultasikan dengan dokter ahli bila Anda merasa membutuhkan terapi ini.

Demikian mitos-mitos seputar menopause yang tak perlu Anda percaya lagi. Hal yang tak kalah penting, persiapkan diri Anda untuk menghadapi menopause—bahkan sebelum gejala menopause muncul—dengan selalu menerapkan gaya hidup sehat. Apalagi jika kolesterol Anda termasuk tinggi. 

Nah, jika kadar kolesterol Anda membubung, sebelum dan sesudah menopause pastikan untuk melakukan hal-hal berikut ini:

  • Teratur periksa kolesterolLakukan pemeriksaan kolesterol satu bulan sekali.
  • Awasi asupan dan pola makanCukupilah asupan kalsium dan zat besi. Batasi makanan-makanan yang mengandung lemak jenuh.
  • Nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkoholKeduanya dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung.
  • Giat berolahraga Olahraga rutin adalah salah satu cara tepat untuk mengendalikan kolesterol. Karena itu, berolahragalah setidaknya 3–5 kali seminggu selama 30 menit. 
  • Kendalikan berat badan dan hindari stresBerat badan berlebih dan stres sama-sama berkontribusi terhadap naiknya kolesterol “jahat”.
  • Awasi tekanan darahKadar kolesterol tinggi dapat menyebabkan tekanan darah meningkat. Karena itu, awasi tekanan darah Anda dengan rutin melakukan pemeriksaan.
  • Lengkapi dengan konsumsi makanan yang mengandung plant stanolSumber makanan yang mengandung plant stanol dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Contohnya adalah sayur, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar