Sukses

Lakukan Ini agar Ayah Lebih Dekat dengan si Kecil

Tak hanya dengan Bunda, si Kecil juga butuh kedekatan dengan Ayah. Hubungan Ayah dan si Kecil harus dibina sejak dini untuk membantu perkembangan perilakunya.

Klikdokter.com, Jakarta Kehadiran seorang bayi dalam keluarga merupakan momen yang luar biasa dan membahagiakan, khususnya bagi Ayah dan Bunda. Ada banyak sekali artikel dan penelitian berfokus pada hubungan antara Bunda dan si Kecil. Padahal, ikatan antara si Kecil dan Ayah juga tidak kalah penting. Penting untuk Bunda ketahui, kecuali menyusui, Ayah juga bisas memenuhi kebutuhan si Kecil.

Tahukah Bunda bahwa kasih sayang yang terbangun antara Ayah dan si Kecil ternyata memiliki efek jangka panjang? Suatu penelitian di Universitas Oxford, Inggris, menunjukkan bahwa si Kecil yang memiliki hubungan dekat dengan ayahnya akan cenderung lebih tenang dan bahagia.

Selain itu, pada usia satu tahun, si Kecil memiliki lebih sedikit permasalahan dengan perilaku. Fenomena ini lebih jelas terlihat pada anak laki-laki dibandingkan perempuan.

Teruntuk Ayah dan Bunda, untuk membangun kedekatan antara Ayah dengan si Kecil, apa saja yang bisa dilakukan?

1. Memulainya sejak dini

Sebenarnya, sejak si Kecil masih berada di dalam kandungan, Ayah sudah dapat memperkenalkan diri kepada si Kecil. Cara-cara yang dilakukan bisa dengan berbicara, bernyanyi, atau membacakan buku. Dengan melakukan hal-hal tersebut, maka saat lahir si Kecil akan mengenali suara Ayah.

Selain itu, mendampingi Bunda saat kontrol kandungan atau mengikuti kelas kehamilan juga sangat bermanfaat. Ayah dapat merasa lebih terlibat dalam mempersiapkan kehadiran si Kecil, dan ini akan berlanjut saat si Kecil telah lahir.

2. Berbagi tugas dalam merawat si Kecil

Sudah pasti Ayah tidak bisa menggantikan peran Bunda dalam memberikan ASI dengan menyusui. Namun, berbagai tanggung jawab dalam hal perawatan bayi lainnya dapat Ayah lakukan. Memandikan, mengganti popok, menggendong, atau membuat si Kecil serdawa setelah disusui oleh Bunda adalah beberapa di antaranya.

Pada malam hari, apabila si Kecil terbangun dari tidurnya, Ayah dapat membawa si Kecil ke Bundanya untuk disusui. Setelahnya, Ayah dapat menggendong dan meninabobokan si Kecil kembali.

3. Memberikan stimulasi untuk perkembangan

Dalam perkembangannya, si Kecil selalu membutuhkan stimulasi. Ini sangatlah penting agar si Kecil dapat mencapai tahapan-tahapan sesuai usianya. Stimulasi yang terbaik adalah yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kedekatan dengan si Kecil, sehingga ia akan merasa nyaman dan tenang.

Selain Bunda, Ayah adalah sosok yang paling tepat untuk memberikan stimulasi ini. Dengan membantu Bunda dalam merawat Bayi, Ayah dapat mengajak si Kecil berbicara, bercanda, memberikan pijatan pelan, atau tummy time, yaitu waktu yang digunakan si Kecil untuk tengkurap alias bertumpu pada perutnya sambil melakukan berbagai aktivitas.

Cara lain yang bisa Ayah lakukan adalah dengan mengenalkan si Kecil kepada Multiple Intelligence Play Plan. Aplikasi digital rencana bermain ini dapat menjadi inspirasi dan panduan bagi Ayah untuk bermain bersama si Kecil. Tak hanya dapat mempererat hubungan, tapi juga dapat mengembangkan kecerdasan majemuk si Kecil sejak dini.

4. Meluangkan waktu untuk berkomunikasi

Semakin sering si Kecil mendengar suara Ayah, maka ia akan merasa semakin dekat. Oleh karena itu, Bunda jangan ragu dan bosan mengingatkan Ayah untuk menggendong si Kecil sesering mungkin.

Selain itu, Ayah juga dapat berkomunikasi dengan si Kecil saat melakukan aktivitas rumah seperti ketika mengisap debu dengan vacuum cleaner atau saat mencuci mobil. Ayah juga dapat membawa si Kecil dalam gendongan, dan mengajaknya bicara saat berjalan-jalan ke luar rumah.

Seiring si Kecil bertumbuh besar, komunikasi dengan Ayah harus tetap terjalin. Dengan membiasakan si Kecil untuk bercerita dan mengobrol dengan Ayah, maka hubungan yang penuh kasih sayang akan terbangun. Rasa aman dan percaya yang dibentuk melalui komunikasi adalah dasar dari kuatnya hubungan antara Ayah dan si Kecil.

Idealnya, sudah seharusnya si Kecil memiliki hubungan yang dekat baik dengan Bunda maupun Ayah. Bunda yang mengandung dan menyusui si Kecil memang memiliki kesempatan lebih besar untuk membangun hubungan ini. Meski demikian, peran Ayah jangan sampai terlupakan, karena pengaruhnya untuk jangka panjang juga penting.

Ciptakan kedekatan sejak si Kecil masih berada di dalam kandungan. Kemudian lanjutkan dengan menjalankan berbagai peran dalam merawat si Kecil setelah ia lahir, serta menjaga komunikasi seiring pertumbuhannya. Niscaya hubungan yang baik dan kuat antara Ayah dan si Kecil akan terpupuk dengan baik.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar