Sukses

Nutrisi Apa Penting untuk Daya Tahan Tubuh Si Kecil

Faktor cuaca, teman yang sedang sakit, dan padatnya aktivitas dapat meningkatkan risiko Si Kecil sakit. Solusinya? Jaga daya tahan tubuhnya!

Klikdokter.com, Jakarta Bunda pasti ingin agar Si Kecil senantiasa dalam kondisi sehat. Namun, pada kenyataannya beragam faktor dapat membuat Si Kecil menjadi sakit. Berbagai mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit bisa saja berada di sekitar Si Kecil. Saat Si Kecil ‘terancam’ karena kondisi tersebut, inilah saat daya tahan tubuhnya memegang peranan penting.

Sistem kekebalan tubuh secara bertahap mengalami perkembangan seiring dengan meningkatnya paparan Si Kecil terhadap lingkungan. Hal ini mencakup juga terjadinya infeksi mikroorganisme ke dalam tubuh. Daya tahan tubuh akan semakin menguat setiap kali melawan infeksi.

Akan tetapi, tentunya Bunda tidak ingin Si Kecil menjadi sakit, atau bahkan terlalu sering sakit. Selain dapat mengganggu aktivitas dan waktu istirahatnya, kondisi sakit akan mengurangi keceriaan Si Kecil. Karena itulah, apa yang dikonsumsi Si Kecil memiliki pengaruh besar terhadap daya tahan tubuhnya.

Berikut ini adalah beberapa nutrisi yang dibutuhkan Si Kecil untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuhnya:

1. Asam lemak esensial

Menurut banyak penelitian, salah satu asam lemak esensial, omega-3,  terbukti membawa banyak manfaat terhadap kekebalan tubuh. Peran baik omega-3 adalah mengurangi peradangan dan mengoptimalkan kinerja sel-sel imun. Sumber omega-3 bisa diperoleh dari berbagai makanan seperti ikan salmon, makarel, dan tuna. Omega-3 juga bisa didapatkan dari kacang walnut dan sayur-sayuran hijau.

2. Vitamin C

Berbagai sel-sel yang berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh membutuhkan vitamin C agar dapat berfungsi dengan optimal. Kekurangan vitamin C dapat menurunkan perlawanan terhadap infeksi mikroorganisme. Untuk mencukupi kebutuhan vitamin C Si Kecil, ada banyak sumber lain selain buah jeruk. Sayur-sayuran hijau seperti bayam, kale, serta buah-buahan seperti jambu, stroberi, dan pepaya juga tinggi vitamin C.

3. Vitamin A

Buah-buahan yang berwarna cerah banyak mengandung senyawa yang disebut karotenoid. Tubuh akan mengubah karotenoid menjadi vitamin A. Efek antioksidan dari vitamin A akan membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh Si Kecil. Pilihan sumber karotenoid di antaranya adalah wortel, labu, dan mangga.

4. Yogurt

Konsumsi yoghurt sangat dianjurkan karena manfaat kandungan probiotik yang dimilikinya. Probiotik adalah mikroorganisme yang baik bagi tubuh. Adanya probiotik akan menjaga lapisan saluran pencernaan dari infeksi, serta mengoptimalkan regulasi sistem kekebalan tubuh.

5. Mineral

Berbagai jenis mineral diketahui memiliki peran dalam imunitas tubuh. Seng (zinc), selenium, folat, dan zat besi adalah beberapa di antaranya. Seng terkandung dalam kerang, daging tanpa lemak, juga kacang-kacangan. Selenium dapat ditemukan pada bawang putih, brokoli, ikan tuna dan sarden, sedangkan folat diperoleh tubuh melalui sayur-sayuran hijau dan kacang-kacangan.

Zat besi dalam makanan memiliki dua bentuk: heme dan non-heme. Zat besi heme banyak terkandung dalam daging, hati, dan makanan laut. Sementara itu, zat besi non-heme ada pada bayam, brokoli, dan kale.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemenuhan nutrisi Si Kecil

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil, ada beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan. Pertama, jangan memberikannya secara berlebihan. Misalnya, walaupun buah jeruk baik bagi kesehatan, tapi bukan berarti Si Kecil harus dipaksa makan jeruk hingga lima buah sehari. Hal yang harus Bunda ketahui, saat tubuh telah mendapatkan jumlah nutrisi yang cukup, kelebihannya akan dibuang.

Kedua, sebisa mungkin dapatkan bahan makanan yang segar, sehingga nutrisi yang diperoleh pun optimal.

Ketiga, berikan jenis makanan yang bervariasi. Jangan terlalu bersemangat memberikan satu jenis nutrisi saja. Hal ini karena zat-zat gizi tersebut saling membutuhkan satu sama lain dalam menjalankan fungsinya.

Sebagai variasi, Bunda dapat memenuhi kebutuhan nutrisi demi menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh Si Kecil dengan varian Morinaga Platinum: Morinaga Chil Kid Platinum Moricare+ (untuk usia 1–3 tahun) dan Morinaga Chil School Platinum Moricare+ (untuk usia 3–12 tahun)—keduanya siap menjadi sahabat baru Bunda dan Si Kecil.

Baik Morinaga Chil Kid Platinum Moricare+ dan Morinaga Chil School Moricare+ memiliki keunggulan Brain Care, Body Defense, dan Body Growth—yaitu sinergi nutrisi tepat dari faktor kecerdasan multitalenta untuk membantu kemampuan daya tangkap dan daya ingat Si Kecil saat belajar dan beraktivitas, faktor pertahanan tubuh ganda untuk menjaga daya tubuh sehingga Si Kecil tak mudah sakit, sekaligus faktor tumbuh kembang optimal agar Si Kecil tumbuh menjadi generasi platinum.

Dalam menjaga daya tahan tubuh Si Kecil, Morinaga Chil Kid Platinum Moricare+ dan Morinaga Chil School Moricare+ dilengkapi kandungan nukleotida. Senyawa ini bekerja untuk meningkatkan antibodi tubuh melawan penyakit dan infeksi, serta laktoferin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan penyakit seperti demam, batuk, dan pilek.

Bunda juga jangan lupa bahwa dalam upaya menjaga daya tahan tubuh Si Kecil, ada beberapa hal lain yang dapat dilakukan. Memperioritaskan higienitas, memastikan Si Kecil beristirahat secara cukup, melakukan aktivitas fisik secara teratur, serta menjauhi paparan rokok adalah beberapa di antaranya. Dengan memadukan semuanya dengan pemberian nutrisi yang optimal, maka Si Kecil pun akan mampu menjaga daya tahan tubuhnya dari serangan penyakit dan infeksi.

(RN/ RH)

3 Komentar