Sukses

Pijat si Kecil dengan Baik dan Benar, Ini Caranya

Pijat yang dilakukan dengan baik dan benar dapat meningkatkan kesehatan si Kecil secara menyeluruh.

Klikdokter.com, Jakarta Pijat merupakan salah satu terapi tradisional, yang ternyata juga dapat diterapkan pada si Kecil. Ya, tindakan ini benar-benar mampu meningkatkan kesehatan si Kecil jika dilakukan dengan baik dan benar.

Faktanya, pijat menjadi salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan keharmonisan antara Bunda dengan si Kecil. Hal ini menunjukan bahwa pijat dapat memberikan dampak kesehatan secara emosional di kedua belah pihak.

Tak hanya itu, pijat juga memberikan manfaat kesehatan secara fisik pada si Kecil. Beberapa manfaat tersebut, di antaranya:

  • Membantu meningkatkan nafsu makan dan berat badan si Kecil
  • Melancarkan sistem pencernaan dan membantu penyerapan nutrisi
  • Meningkatkan peredaran darah si Kecil

Pijat dapat dilakukan sejak si Kecil dilahirkan. Tindakan ini sangat baik untuk dilakukan ketika si Kecil tenang, dan siap untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Jika si Kecil baru selesai melahap asupannya, pastikan Bunda memberikan jeda hingga 45 menit.

Cara Pijat yang Baik dan Benar

Berikut ini adalah kiat memijat si Kecil dengan baik dan benar:

  1. Pastikan ruangan memiliki suhu hangat, dan si Kecil sedang tidak kelaparan atau kelelahan.
  2. Siapkan perlengkapan pijat seperti baby oil, minyak telon, atau minyak nabati lainnya, alas, popok bersih, serta pakaian ganti. 
  3. Lepaskan gelang, cincin, dan potong kuku Bunda, agar tidak menyakiti kulit si Kecil.
  4. Gelar alas atau handuk lembut di atas permukaan yang datar, dan lepaskan pakaian si Kecil. Bunda juga dapat meletakkan si Kecil di pangkuan dengan posisi telentang atau tengkurap.
  5. Bunda dapat menggunakan minyak sesuai kebutuhan, untuk memudahkankan tangan melakukan gerakan memijat.
  6. Pijat si Kecil secara lembut, dengan telapak tangan atau jari. Pijatlah dengan ringan secara melingkar, mulai dari dada dan perut, kedua bahu, turun ke bawah hingga lengan dan kaki, lalu kembali ke atas pada bagian punggung. Si Kecil yang baru lahir bisa menerima pijatan selama dua sampai lima menit. Sementara jika usianya lebih dari dua bulan, si Kecil dapat dipijat lebih lama.
  7. Jangan terlalu banyak memberikan tekanan pada bagian tubuh si Kecil yang rapuh. Hindari daerah tulang belakang.
  8. Tenangkan si Kecil saat dipijat. Bunda dapat mengajaknya berbicara atau bernyanyi.
  9. Lakukan kontak mata dengan si Kecil. Ini akan membuatnya merasa mendapatkan perhatian penuh dari Bunda.
  10. Jangan berhenti memijat secara mendadak. Tindakan ini dapat membuat si Kecil kaget atau merasa waspada. Jika ingin menghentikan pijatan, lakukanlah gerakan yang pelan dan lembut.
  11. Jangan mengoleskan minyak pada kepala atau wajah si Kecil. Jagalah agar minyak tidak terkena jemari si Kecil. Ini agar si Kecil tidak iritasi saat tangannya memengang mulut atau mata.
  12. Selimuti si Kecil dengan handuk bersih dan hangat setelah selesai dipijat. Kemudian peluk dengan lembut.
  13. Hindari memijat ruam, luka, atau daerah bekas suntikan pada tubuh si Kecil.

Pijat yang dilakukan dengan baik dan benar dapat memberikan manfat bagi Bunda dan si Kecil secara bersamaan. Agar manfaatnya lebih optimal, khususnya bagi si Kecil, Bunda juga harus memberikan nutrisi berupa kolin, asam lemak esensial AAL, zat besi, prebiotik laktulosa, laktoferin, vitamin A, vitamin C, dan vitamin E untuk si Kecil. Dan yang paling penting, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika si Kecil memiliki kondisi kesehatan tertentu. Selamat mencoba!

(NB/ RH)

1 Komentar