Sukses

Cara Ini Bantu si Kecil Cepat Berjalan

Bunda dapat menerapkan beberapa cara ini agar si Kecil cepat berjalan.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagai Bunda, mengetahui tahapan tumbuh kembang si Kecil tentu sudah menjadi hal yang wajib. Biasanya, cepat berjalan menjadi salah satu pencapaian yang ditunggu-tunggu. Namun, kapan sebenarnya usia yang normal untuk si Kecil mulai bisa berjalan, dan bagaimana membantunya mencapai tahapan tersebut?

Pada umumnya, anak mulai bisa berjalan antara usia 12–15 bulan. Namun, tak jarang ada anak yang sudah mulai bisa berjalan di usia 9 bulan, dan ada juga yang baru bisa berjalan setelah usia 1,5 tahun. Kecepatan perkembangan setiap anak memang berbeda, tetapi ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk memicu si Kecil belajar berjalan.

  • Pentingnya otot punggung

Banyak yang mengira, otot kaki adalah bagian yang terpenting dari pembelajaran jalan. Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena pada si Kecil yang sedang belajar berjalan otot punggunglah yang memegang peranan sentral.

Untuk membantu memperkuat otot punggung si Kecil, Bunda bisa mendorongnya menggerakkan kepala dan leher dengan cara memancing perhatiannya ke arah-arah tertentu. Bunda juga dapat menelungkupkan si Kecil agar ia berlatih mengangkat kepalanya yang otomatis akan melatih otot punggungnya.

  • Melatih kemauan

Tak hanya orang dewasa, bayi juga memiliki ambisi. Jika si Kecil punya mainan favorit, pancing ia untuk berusaha meraihnya. Letakkan mainan sedikit di luar jangkauannya agar ia berusaha mengambil mainan tersebut, dengan jarak yang makin lebar setiap kali. Dengan demikian, si Kecil akan terlatih untuk bergerak menghampiri sesuatu.

Kemauan yang keras ini akan mendorong si Kecil untuk memiliki keinginan bisa segera melangkah dan berjalan, sehingga membuat tahapan ini menjadi lebih cepat tercapai.

  • Koordinasi dan keseimbangan

Memiliki kesadaran akan keseimbangan penting dalam proses berjalan si Kecil. Latih kemampuan ini segera setelah si Kecil bisa duduk sendiri, dengan cara sedikit mendorong tubuhnya agar ia terlatih menjaga keseimbangan tubuhnya. Bila si Kecil terjatuh, segera tangkap agar ia merasa aman dan tidak takut untuk berlatih. 

  • Kemampuan menyetir

Si Kecil sudah bisa berdiri, tetapi ragu untuk melangkah. Ini merupakan hal yang umum terjadi dan normal saat si Kecil belajar berjalan. Sering kali, si Kecil takut terjatuh karena merasa belum memiliki keseimbangan yang baik.

Atasi dan latih si Kecil dengan menempatkan berbagai benda yang bisa dijadikan pegangan olehnya sembari melangkah atau “merambat”. Yang penting untuk diperhatikan, hindari menggunakan objek berpinggiran tajam seperti meja dengan siku yang tajam.

  • Bertelanjang kaki dan bebas popok

Si Kecil akan lebih mudah berjalan saat bertelanjang kaki. Hal ini disebabkan telapak kaki bayi lebih mudah mencengkeram permukaan tempat ia berjalan, jika dibandingkan dengan saat memakai kaos kaki atau sepatu.

Sedangkan untuk popok, penelitian membuktikan bahwa si Kecil yang memakai popok disposable (sekali pakai) tebal lebih sukar berjalan dibandingkan dengan menggunakan popok kain tipis atau bahkan tidak menggunakan popok sama sekali. Untuk itu, Bunda dapat sesekali melepas popoknya saat sedang ingin memfokuskan si Kecil untuk belajar berjalan dan memakaikan kembali setelahnya.

Dalam membantu si Kecil belajar berjalan, tuntun ia berjalan bersama atau yang di Indonesia sering dikenal dengan proses “titah”. Untuk penggunaan alat bantu seperti baby walker, American Academy of Pediatrics (AAP) mengeluarkan rekomendasi untuk menghindari pemakaiannya. Hal ini berkaitan dengan adanya berbagai risiko kecelakaan saat penggunaan, seperti terbalik, terjatuh di tangga, dan lain-lain.

AAP juga menyatakan bahwa tidak ada kelebihan spesifik dari penggunaan baby walkerpada proses belajar berjalan si Kecil. Justru penggunaan alat ini dapat membuat si Kecil malas dan kehilangan kemauan untuk belajar berjalan, karena terbiasa bergerak dengan topangan baby walker.

Daripada menggunakan baby walker, Bunda dapat mendukung tumbuh kembang si Kecil dengan memberikan asupan ragam vitamin dan mineral. Misalnya, dengan rutin memberinya susu pertumbuhan yang kaya vitamin dan mineral. Dengan nutrisi yang baik dan seimbang, si Kecil pun dapat terbantu untuk cepat berjalan.

[RS/ RH]

1 Komentar