Sukses

Mengapa si Kecil Terlambat Bicara?

Apa penyebab si Kecil terlambat bicara? Bisakah gejalanya dikenali sejak dini?

Klikdokter.com, Jakarta Mendengar si Kecil mengucapkan kata pertamanya adalah salah satu hal yang dinantikan setiap orang tua. Saat buah hati yang menginjak usia satu tahun belum menunjukkan tanda akan bicara, Bunda tentu akan resah. Apakah si Kecil mengalami keterlambatan bicara.

Sebelum mengenal lebih jauh mengenai terlambat bicara, Bunda perlu mengetahui terlebih dahulu tentang perkembangan bahasa si Kecil sesuai dengan usianya. Pada kondisi normal, seorang si Kecil akan mengucapkan kata pertamanya saat usia satu tahun. Umumnya ia akan berkata “Mama” atau “Papa”.

Lalu, di usia 18–24 bulan, ia sudah bisa mengucapkan 10–20 kata, menyebutkan 1–3 anggota tubuh, dan mengucapkan kalimat sederhana yang terdiri dari dua kata, seperti “Papa makan”. Perkembangan bahasanya akan semakin pesat hingga usia 3–4 tahun. Pada usia tersebut, si Kecil sudah bisa bercerita sederhana, mengerti instruksi, dan kalimat yang diucapkannya dapat dimengerti oleh orang asing.

Terlambat bicara (delayed speech) adalah salah satu masalah perkembangan si Kecil yang sering ditemui. Kondisi ini memang memerlukan perhatian serius, karena bila tidak ditangani dengan tepat dan segera, akan berdampak pada kemampuan komunikasi dan belajar si Kecil di kemudian hari.

Seorang si Kecil perlu dicurigai mengalami keterlambatan bicara bila terdapat tanda-tanda berikut:

  • Usia 6 bulan, tidak memberikan respons apapun saat diajak bermain atau bicara.
  • Usia 10 bulan, tidak mengoceh.
  • Usia 12 bulan, tidak ada gestur tubuh seperti melambaikan tangan, mengulurkan tangan untuk digendong.
  • Usia 18 bulan, tidak ada kata lain selain Mama, Papa, dan dada. Si Kecil juga tidak mengerti perintah sederhana, dan tidak menunjuk pada benda yang diinginkan.
  • Usia 24 bulan, tidak dapat mengucapkan lebih dari 25 kata, tidak dapat menyusun kalimat dari dua kata, dan tidak dapat menunjukkan anggota tubuh yang disebut.
  • Usia 36 bulan, tidak dapat menyusun kalimat dari tiga kata.

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan si Kecil terlambat bicara. Seperti ada gangguan pendengaran, gangguan persarafan dan otot sekitar mulut, ada riwayat terlambat bicara pada keluarga, jenis kelamin laki-laki, lahir prematur atau berat lahir rendah, dan pola asuh si Kecil.

Lantas bagaimana cara mencegah dan mengatasi kondisi terlambat bicara pada si Kecil? Sebenarnya, keterlambatan bicara dapat dicegah dan diatasi dengan stimulasi yang baik pada si Kecil. Salah satu bentuk stimulasi adalah bermain bersama si Kecil.

Jangan biarkan si Kecil bermain sendiri atau bermain gawai dalam waktu lama. Duduk dan bermainlah bersamanya. Saat Bunda mengajaknya bicara, secara tidak langsung Anda sedang melakukan stimulasi verbal (kata) pada si Kecil.

Membacakan buku pada si Kecil juga dapat jadi salah satu bentuk stimulasi. Ajak si Kecil bermain dengan teman sebayanya agar ia termotivasi untuk memulai komunikasi.

Bila stimulasi dilakukan terus-menerus, bukan tidak mungkin si Kecil dapat mengejar ketertinggalannya. Akan tetapi, bila si Kecil sudah menginjak usia tiga tahun, Bunda perlu berkonsultasi dengan ahli tumbuh kembang untuk mendapatkan terapi wicara.

Berbekal informasi di atas, kini Bunda dapat mengenali gejala terlambat bicara sejak dini, dan bagaimana stimulasi yang tepat untuk si Kecil. Dengan demikian, tumbuh kembang si Kecil dapat berlangsung dengan baik.

[BA/ RH]

 

0 Komentar

Belum ada komentar