Sukses

6 Kiat agar si Kecil Senang Olahraga

Jadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari si Kecil. Berikut kiatnya.

Klikdokter.com, Jakarta Berolahraga memberikan manfaat besar untuk kesehatan dan otak si Kecil. Sayangnya, banyak anak lebih suka menonton TV ketimbang bergerak aktif. Jika si Kecil pun demikian, mungkin ini saatnya untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari aktivitas rutin keluarga.

Tak dimungkiri, meminta si Kecil untuk rajin berolahraga kadang sama sulitnya dengan meminta mereka untuk rajin belajar atau makan sayur. Namun, jika dimulai secara pelan-pelan, kebiasaan sedenter si Kecil akan dapat berkurang sedikit demi sedikit. Apalagi jika olahraga tersebut seru dan menyenangkan bagi dirinya.

Olahraga teratur terbukti menguntungkan bagi kesehatan dan otak si Kecil. Selain membantu membentuk tulang yang lebih kuat serta menurunkan risiko obesitas dan diabetes, rutin berolahraga juga dapat memperbaiki performa akademik si Kecil.

Berikut ini enam ide yang dapat Bunda lakukan agar si Kecil lebih rajin dan senang olahraga:

  1. Cari tahu kesukaan si Kecil

Tak semua anak senang olahraga kelompok, misalnya sepak bola. Bunda perlu mengajak si Kecil untuk mengeksplor aktivitas lainnya, seperti menari, panjat tebing, berenang, atau bela diri. Hal ini penting agar si Kecil tahu apa yang benar-benar disukainya sehingga bisa melakukannya secara rutin.

  1. Beraktivitas bersama teman

Ingin si Kecil lebih aktif? Undang saja teman-temannya untuk bersepeda, berenang, atau main ice-skating. Daripada main PlayStation di kamar, mereka dapat bergembira (dan berkeringat) bersama di luar. Lebih seru dan sehat pastinya!

  1.  Batasi menonton TV

Menonton TV sebenarnya tidak dilarang. Namun, satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah durasinya. Karena jika si Kecil sudah asyik menonton televisi, maka biasanya si Kecil akan malas melakukan aktivitas fisik.

Idealnya, menurut American Academy of Pediatrics, seorang anak tidak boleh menonton TV lebih dari 1–2 jam. Hal yang sama berlaku untuk penggunaan komputer dan gawai.

  1. Berikan contoh

Anak meniru orang tuanya terlebih dulu sebelum meniru lingkungannya. Oleh karena itu, jika ingin si Kecil lebih rajin olahraga, maka Bunda juga harus mencontohkan hal yang sama padanya.

Bunda dapat melakukannya dengan, misalnya, senam aerobik di depan si Kecil. Atau mengajak si Kecil olahraga setiap sore meski tahu akan ditolak dengan berbagai alasan. Tak apa-apa, yang penting ia sudah melihat Bunda aktif bergerak.

  1. Pilih waktu yang tepat

Mengantuk dapat merusak mood si Kecil untuk olahraga. Untuk itu, Bunda harus pintar-pintar memilih waktu untuk memulai olahraga bersama si Kecil. Bunda dapat melakukannya sebelum si Kecil berangkat sekolah atau saat sore hari.

  1. Jangan memaksa

Hindari memaksakan jenis olahraga tertentu pada si Kecil agar sesuai dengan keinginan Bunda. Memaksakan sesuatu hanya akan membuat si Kecil malas-malasan untuk melakukannya. Pada akhirnya, hal ini dapat membuat si Kecil “trauma” dengan kegiatan olahraga.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Ketahuilah bahwa anak-anak cenderung lebih menyukai olahraga yang ‘seru’ ketimbang konvensional. Contohnya, si Kecil mungkin takkan menolak bila diajak bersepeda ketimbang jogging. Karena itu, bila si Kecil tak senang olahraga, bisa jadi karena pilihan olahraga yang selama ini Bunda berikan untuknya kurang tepat.

Seperti yang telah kami jelaskan, biarkan si Kecil bereksplorasi dengan berbagai jenis aktivitas olahraga agar ia dapat menemukan yang betul-betul disukainya. Semoga berguna!

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar