Sukses

Si Kecil Malas Belajar? Ini Triknya agar Ia Lebih Rajin

Permasalahan si Kecil yang malas belajar memang kadang bikin pusing. Atasi dengan cara-cara ini.

Klikdokter.com, Jakarta Si Kecil telah memasuki usia sekolah. Bunda pun harus berhadapan dengan masalah anak malas belajar. Tapi tenang, Bunda bukan satu-satunya orang tua yang harus mengalami hal ini.

Biasanya orang tua, mungkin termasuk Bunda, akan menuntut si Kecil untuk belajar dengan giat. Namun semakin diminta untuk belajar, umumnya si Kecil akan semakin berontak dan menolak. Ia pun akan kembali bermain PlayStation atau malah bermain keluar rumah, meninggalkan Bunda yang pusing tak tahu harus berbuat apa.

Sebelum mencari tahu solusinya, penting untuk mengenali penyebab di balik si Kecil enggan belajar. Pertama, si Kecil malas belajar bisa jadi karena Bunda kurang mengerti perilakunya dalam belajar. Karena pada dasarnya, tipe belajar setiap anak berbeda-beda, begitu juga dengan tingkat belajarnya.

Ada beberapa anak yang memang harus berulang-ulang diajarkan agar paham dengan materi, tapi ada juga beberapa anak yang mudah bosan dengan hal yang sudah pernah ia pelajari.

Ada anak yang lebih suka belajar di tempat yang tenang, tanpa dipandu, namun ada pula yang lebih suka suasana belajar yang aktif dan kreatif. Oleh karena itu, Bunda sebagai orang tua harus paham betul bagaimana karakter si Kecil.

Penyebab lainnya adalah mungkin karena Bunda kurang disiplin dalam memberikan batasan waktu dalam bermain. Hal ini kemudian membuat si Kecil keasyikan dan malas belajar.  

Untuk membuat si Kecil yang tadinya malas-malasan menjadi rajin belajar memang tidak mudah. Akan tetapi, dengan beberapa cara yang tepat, si Kecil akan dapat menyadari kewajibannya dengan lebih baik. Berikut lima kiatnya:

  1. Berikan alasan mengapa si Kecil harus belajar. Anak tidak akan mengerjakan hal yang menurut mereka tidak menyenangkan dan tidak berguna.

Namun coba tanyakan dulu mengapa si Kecil terlihat malas belajar, tentunya dengan nada yang tak menghakimi. Lalu jelaskan dengan penuh pengertian kepadanya soal pentingnya belajar, mengapa Bunda ingin si Kecil belajar, dan sebagainya.

Memperlakukan si Kecil selayaknya orang dewasa, dengan cara berdiskusi, malah akan membuat mereka lebih mendengar Bunda ketimbang memarahinya atau menyuruhnya tanpa alasan.

  1. Jadikan belajar menjadi rutinitas. Rutinitas yang sudah terbentuk sejak dini akan mudah diterapkan hingga si Kecil tumbuh remaja dan dewasa.

Jadwalkan sesi belajar setiap harinya, sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan si Kecil. Libatkan si Kecil dalam pembuatan jadwal ini agar ia tidak merasa terpaksa dan mampu melaksanakannya dengan baik.

Jika si Kecil termasuk anak yang cepat bosan, Bunda dapat memberikan materi yang berbeda-beda setiap harinya.

  1. Berikan pelajaran sesuai dengan usia. Bisa jadi si Kecil malas belajar karena ia diharuskan mempelajari hal-hal yang masih di luar batasnya.

Misalnya, dengan menuntut si Kecil untuk bisa membaca di usia 3–4 tahun. Atau menyuruh si Kecil untuk menguasai matematika yang kompleks. Oleh karena itu, sesuaikan materi pelajaran dengan usia si Kecil.

  1. Belikan buku-buku bergambar. Buku-buku bergambar akan membantu proses belajar si Kecil menjadi tidak membosankan. Si Kecil biasanya juga lebih mudah mengingat gambar ketimbang huruf.

Khususnya untuk si Kecil yang memiliki kecerdasan visual spasial, mereka tentu akan lebih semangat belajar saat melihat gambar-gambar lucu. Suasana hati yang meningkat juga akan memengaruhi konsentrasi dalam belajar.

  1. Temani si Kecil saat belajar. Beberapa anak akan merasa diperhatikan jika ditemani orang tuanya saat belajar. Agar si Kecil makin semangat, Bunda dapat memberikan penghargaan saat ia berhasil menjawab pertanyaan Bunda. Atau berhasil menyelesaikan tantangan dari Bunda.

Demikian beberapa kiat agar si Kecil tak lagi malas belajar. Belajar tanpa paksaan dan dengan cara yang menyenangkan akan membuat si Kecil lebih semangat dan berprestasi di sekolah. Semoga berhasil, ya!

[RS/ RH]

1 Komentar