Sukses

Kiat Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik si Kecil

Si Kecil tidak bisa diam? Tak perlu buru-buru memarahinya karena bisa jadi si Kecil memiliki kecerdasan kinestetik.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap si Kecil terlahir dengan kepribadian dan kecerdasan yang unik. Seorang pakar perkembangan si Kecil bernama Howard Gardner mengatakan ada sembilan delapan jenis kecerdasan si Kecil. Masing-masing memiliki metode belajar yang berbeda. Salah satu di antaranya adalah kecerdasan kinestetik.

Kinestetik berasal dari kata kinesthesia yang artinya gerak. Ini berarti kecerdasan kinestetik adalah kecerdasan yang menekankan pada penggunaan tubuh dalam berkomunikasi dan mengekspresikan diri. Kecerdasan kinestetik adalah kecerdasan yang melibatkan kemampuan fisik.

Si Kecil dengan kecerdasan kinestetik tinggi umumnya lebih banyak bergerak. Kemampuan motorik si Kecil ini sangat baik, sehingga cepat meniru atau melakukan gerakan-gerakan yang kompleks.

Mereka biasanya tampak lebih bersemangat dibanding si Kecil lainnya. Hal ini sering disalahartikan oleh Bunda yang menganggap mereka sulit fokus. Padahal, justru dengan bergeraklah mereka lebih mudah berkonsentrasi, menangkap informasi, dan belajar.

Kecerdasan kinestetik memiliki banyak manfaat. Howard Gardner bahkan menyebutnya sebagai hadiah tersembunyi bagi si Kecil, karena melalui kecerdasan kinestetik si Kecil dapat dengan mudah menguasai kemampuan yang lainnya.

Diketahui bahwa si Kecil dengan kecerdasan kinestetik tinggi mempunyai kemampuan membaca dan menghitung yang baik. Selain itu, mereka juga memiliki tubuh yang lebih sehat.

Melihat berbagai manfaatnya, kecerdasan kinestetik tentu tak boleh luput untuk dikembangkan, apalagi bila si Kecil kesayangan Bunda tampaknya memiliki kecerdasan kinestetik tinggi.

Berikut beberapa aktivitas yang dapat Bunda lakukan untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik si Kecil:

Banyak cara untuk merangsang kecerdasan kinestetik si Kecil, di antaranya:

  • Melalui kegiatan bermain atau kegiatan sehari-hari seperti aktivitas berlari di taman, melompati anak tangga ataupun bermain sepeda.
  • Mengajak si Kecil untuk lebih peka merasakan apa yang dirasakan tubuh.
  • Melatih keluwesan si Kecil dengan mengajarkannya untuk menari atau bermain pantomim.
  • Memperbaiki keseimbangan tubuh dengan meniti balok yang diletakkan di atas lantai.

Kini, tak perlu bingung lagi menghadapi si Kecil dengan kecerdasan kinestetik tinggi. Bunda hanya harus siap untuk bergerak bersamanya. Selamat mencoba!

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar