Sukses

Alergi Susu Sapi Bikin Berat Badan si Kecil Susah Naik?

Konon, anak yang alergi terhadap susu sapi, berat badannya sulit naik. Jangan panik bila ini terjadi pada si Kecil. Cek faktanya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Alergi susu sapi merupakan reaksi alergi yang melibatkan sistem kekebalan tubuh terhadap protein yang terdapat dalam susu dan produk lain yang mengandung susu. Dua kandungan protein utama dalam susu adalah bagian padat (kasein) dan bagian cair (whey).

Reaksi alergi susu dapat terjadi berbeda-beda pada setiap orang. Namun, biasanya muncul beberapa menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi susu.

Gejala alergi protein susu sapi pada anak, paling banyak muncul di saluran pencernaan, yaitu sebesar 50–60%. Sisanya terlihat di kulit dan saluran nafas.

Gejala yang muncul pada saluran pencernaan biasanya dalam bentuk muntah dan diare berkepanjangan. Sedangkan pada kulit dan saluran pernapasan bisa berupa bercak kemerahan yang gatal, batuk, dan bersin.

Berbahayakah? Ya, sebab gejala yang berat dapat mengancam jiwa. Mulai dari tersumbatnya saluran napas (udem laring) dan syok anafilaksis yang berakibat penurunan kesadaran bahkan kematian.

Hal-hal tersebut tentu membatasi si Kecil dalam mendapatkan asupan nutrisi dari susu sapi. Tak jarang kondisi tersebut membuat orang tua khawatir akan adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Baik itu dari segi ukuran tinggi badan maupun berat badan.

Seorang professor ahli ilmu kesehatan anak di University Of North Carolina menyebutkan bahwa kekurangan nutrisi dari makanan yang menimbulkan alergi dapat memberikan efek gangguan pertumbuhan pada anak tersebut.

Hal tersebut senada dengan hasil penelitian yang ditampilkan pada pertemuan ilmiah American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI) 2013. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa alergi susu memberikan dampak terburuk pada berat badan dan indeks massa tubuh (IMT) anak dibanding alergi makanan lainnya.

Alergi susu memberikan pengaruh besar terhadap gangguan pertumbuhan anak pada kasus alergi makanan yang terjadi pada anak. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan asupan nutrisi pengganti susu sapi yang aman.

Bunda bisa memberikan susu kedelai sebagai alternative pengganti susu sapi. Selain asupan nutrisi dari susu, Bunda juga bisa memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil dari makanan laut, unggas, telur, dan daging. Jangan lupa, lengkapi dengan buah dan sayuran.

Anda tak perlu khawatir terus-menerus karena alergi susu sapi akan hilang dengan sendirinya, seiring dengan matangnya saluran pencernaan si Kecil. Untuk mencegah berat badan si Kecil yang susah naik akibat alergi susu sapi, Bunda bisa mencoba kiat di atas.

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar