Sukses

Kiat Cerdik Menghadapi Tantrum pada si Kecil

Setiap si Kecil tentu pernah mengalami tantrum. Apa yang sebaiknya dilakukan Bunda saat menghadapi hal tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Tantrum merupakan periode singkat di mana si Kecil menunjukkan amarah, menangis, berteriak, melempar benda-benda, atau menunjukkan perilaku lain yang tidak disebabkan oleh suatu hal tertentu. Mengapa hal ini terjadi?

Para pakar di bidang psikologi mengatakan bahwa tantrum relatif sering terjadi pada si Kecil yang berusia satu hingga empat tahun. Seiring bertambahnya usia, si Kecil semakin ingin untuk melakukan hal-hal secara mandiri.

Bila mereka tidak dapat melakukan suatu hal sendiri atau merasakan adanya keterbatasan, terkadang tantrum dapat terjadi. Selain itu rasa lelah, lapar, merasa diabaikan atau khawatir kerap menjadi penyebab terjadinya tantrum.

Pertanyaannya, sikap seperti apa yang sebaiknya Bunda tunjukkan saat si Kecil sedang tantrum? Berikut beberapa langkah dari Royal College of Psychiatry, United Kingdom yang bisa membantu Bunda:

  1. Hindari rasa panikHal yang utama untuk dilakukan adalah tetap tenang dan jangan terbawa emosi. Ingatlah bahwa hal ini umum ditemui oleh sebagian besar orangctua, dan yakinlah Bunda dapat menghadapinya dengan baik. Misalnya, bila si Kecil melakukan tantrum, sebaiknya sikapi dengan sikap yang tenang seperti biasa.
  2. Hindari respons negatifSaat si Kecil tantrum, Bunda dapat tetap tenang dan melanjutkan aktivitas. Sesekali lihat dan pastikan si Kecil dalam kondisi baik. Hindari melakukan hal yang negatif seperti memarahinya.Sebagai contoh, memarahi si Kecil saat sedang tantrum dapat menjadi pengalaman yang negatif baginya. Selain itu, hal ini juga akan meningkatkan kemungkinan terjadinya tantrum lagi di kemudian hari.
  3. Tetap konsisten dengan peraturansi Kecil melakukan tantrum karena menginginkan sesuatu yang tidak sesuai dengan perilakunya atau peraturan Bunda? Salah satu hal yang penting untuk diterapkan adalah menjelaskan dengan baik manfaat dari adanya peraturan tersebut dan pentingnya perilaku yang baik.Misalnya, bila Bunda membuat peraturan untuk hanya bermain dengan gadget 30 menit setiap hari, tetapi si Kecil melakukan tantrum karena ingin bermain lebih lama. Bunda dapat tetap menerapkan peraturannya, namun menjelaskan alasannya dengan baik begitu si Kecil sudah tenang.
  4. Amati saat si Kecil mulai tenangSaat Bunda melihat bahwa tantrum sudah mulai mereda, bicaralah pada si Kecil dengan penuh kehangatan dan rasa tenang. Dengan begitu si Kecil juga akan cenderung tetap tenang dan melanjutkan kegiatannya dengan baik.

Momen si Kecil mulai tenang merupakan waktu yang tepat bagi Bunda untuk menjelaskan hal yang telah terjadi dan bagaimana si Kecil sebaiknya menyikapinya.

Menghadapi tantrum pada si Kecil merupakan hal yang melibatkan berbagai komponen. Bila si Kecil cenderung sering melakukan hal ini, Bunda bisa berkonsultasi pada keluarga, teman, guru, dokter atau psikolog. Diskusikan kemungkinan penyebabnya dan strategi untuk mengatasinya.

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar