Sukses

Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi si Kecil Terlambat Bicara

Tak perlu panik jika si Kecil mengalami keterlambatan bicara. Ketahui penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Seiring dengan berjalannya usia, tahapan perkembangan bicara si Kecil semakin meningkat. Menurut salah satu artikel di jurnal kedokteran American Family Physician, si Kecil dikategorikan mengalami keterlambatan bicara bila perkembangannya tidak sepadan secara signifikan dibandingkan teman seusianya.

Berikut beberapa tahapan perkembangan bicara si Kecil dari 0 sampai 24 bulan:

  1. Usia 1–6 bulan, si Kecil mulai bersuara (cooing) saat mendengar suara orang lain
  2. Usia 6–9 bulan, si Kecil sudah mulai berceloteh (babbling)
  3. Usia 10–11 bulan, si Kecil mulai meniru suara, mengatakan Bunda atau Ayah tanpa memahami artinya, meniru kata dengan dua atau tiga suku kata
  4. Usia 12 bulan, si Kecil mengatakan Bunda atau Ayah dengan memahami arti, meniru kata dengan dua atau tiga suku kata
  5. Usia 13–15 bulan, si Kecil mulai menguasai kosakata sekitar 4–7 kata, menyebut beberapa jargon, dan sekitar < 20% kata-kata dapat dipahami
  6. 16–18 bulan, menguasai sekitar 10 kosakata, menyebut beberapa jargon, melakukan pengulangan kata yang disebut oleh orang lain, sekitar 20% – 25% kata-kata dapat dipahami
  7. 19–21 bulan, kosakata meningkat hingga sekitar 20 kata, sekitar 50% kata-kata dapat dipahami
  8. 22–24 bulan, kosakata meningkat hingga lebih dari 50 kata, menyebut frase dua kata, mulai meninggalkan jargon, sekitar 60%–70% kata-kata dapat dipahami

Penyebab terlambat bicara

Terjadinya terlambat bicara pada si Kecil dapat disebabkan oleh berbagai hal. Beberapa kemungkinan penyebabnya adalah gangguan pendengaran, retardasi mental, gangguan bahasa ekspresif, gangguan psikososial, autisme, cerebral palsy, dan beberapa kondisi klinis lainnya.

Untuk itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisis dan evaluasi riwayat perkembangan bicara untuk menentukan kemungkinan penyebabnya.

Umumnya, si Kecil dianjurkan untuk berkonsultasi mengenai riwayat perkembangan bicara bila belum bisa berceloteh (babbling) di usia 18 bulan, belum dapat berbicara saat usia 2 tahun, dan belum dapat menyusun kalimat pendek saat usia 3 tahun atau belum dapat bercerita singkat saat usia 4–5 tahun.

Penanganan untuk si Kecil yang mengalami terlambat bicara sangat bergantung dari penyebab utamanya. Tim tenaga kesehatan yang terlibat dapat mencakup dokter, petugas terapi bicara, petugas audiologi, psikolog, dan petugas terapi okupasi.

Misalnya, pada si Kecil dengan gangguan pendengaran, penanganan dapat berupa penyediaan alat bantu dengar, latihan auditorik, latihan membaca gerak bibir, dan sebagainya. Sedangkan pada si Kecil dengan autisme, terapi perilaku dapat membantu kemampuan bicaranya.

Bila Bunda mencurigai adanya keterlambatan perkembangan bicara pada si Kecil, khususnya bila dibandingkan dengan si Kecil seusianya, kami menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Dengan demikian, si Kecil bisa mendapatkan terapi sesegera mungkin.

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar