Sukses

3 Kesalahan Fatal saat Mendidik si Kecil

Mendidik berbeda dengan menghukum. Ketahui tiga kesalahan fatal yang sering dilakukan Bunda saat mendidik si Kecil.

Klikdokter.com, Jakarta Mendidik si Kecil bukanlah perkara sederhana dan mudah, terutama bagi Bunda yang hidup di era modern seperti sekarang.

Hal itu menjadi semakin rumit, karena banyak variasi maupun ragam cara mendidik si Kecil yang justru membuat bingung dan khawatir. Karena itu, tak jarang Bunda justru melakukan kesalahan-kesalahan saat mendidik si Kecil.

Berikut tiga kesalahan yang kerap dilakukan orangtua saat mendidik si Kecil:

  1. Bukannya mendidik, tapi menghukumDalam perkembangannya, tak jarang si Kecil mengalami suatu fase dimana dirinya akan menolak semua hal, mulai dari tidur, mandi, hingga makan. Hal ini kerap membuat Bunda emosi dan memberikan hukuman pada si Kecil dengan harapan ia akan menjadi lebih disiplin.Perlu Bunda ketahui, tujuan dari mendidik si Kecil adalah agar bisa mengetahui tindakannya benar atau salah. Tujuan ini bisa dicapai tanpa perlu memberikan hukuman, yang bertujuan agar si Kecil tidak mengulangi tindakannya karena jera. Mendidik sebaiknya berfokus pada pembangunan suasana diskusi yang nyaman bagi si Kecil untuk menunjukkan ketidaktahuannya, sehingga tidak mematikan rasa ingin tahunya.
  2. Helicopter parentingSetiap Bunda pasti menginginkan keamanan dan kenyamanan bagi si Kecil. Namun, melakukan helicopter parenting bukanlah hal yang baik untuk masa depan si Kecil. Secara sederhana, helicopter parenting dapat diartikan sebagai sikap berlebihan dalam mengawasi gerak-gerik si Kecil. Contohnya, membuatkan pekerjaan rumah si Kecil, mengatur cara si Kecil bersikap, mengatur dengan siapa si Kecil berteman, dan lain-lain. Perlu disadari bahwa suatu hari si Kecil akan menjadi seorang remaja dan harus menjadi sosok dewasa yang mandiri. Mengontrol ketat segala kondisi si Kecil dapat menyebabkan dirinya memiliki kecenderungan gangguan cemas saat dewasa.Penelitian yang dimuat dalam Journal of Child and Family Studies pada tahun 2016 oleh Reed dan Lucier-Greer menyatakan bahwa mahasiswa dengan Bunda yang terlibat terlalu jauh dalam kehidupan akademisnya memiliki angka gangguan cemas dan depresi yang tinggi. Karena itu tetaplah berikan ruang kebebasan agar si Kecil berkembang sebagaimana mestinya, sambil Bunda pantau seperlunya. Saat si Kecil butuh bantuan, pastikan bantuan tersebut diberikan dalam bentuk petunjuk. Ini agar si Kecil bisa belajar mencari solusi masalahnya sendiri.
  3. Orang tua bukanlah temanKeinginan menjadi orang tua yang ‘asyik’ di mata si Kecil membuat banyak orang tua modern lupa dengan tugas utamanya. Membuka ruang diskusi dan memberi kebebasan untuk si Kecil memang sangat dianjurkan, namun jangan sampai lupa bahwa Bunda adalah orang tua mereka.

Tidak perlu menjadi orang yang paling disukai si Kecil dan menuruti semua keinginannya. Bunda hanya perlu mengarahkan si Kecil ke hal positif dan menjauhkannya dari hal negatif. Setiap Bunda memiliki cara mendidik si Kecil yang berbeda-beda. Ini karena karakter si Kecil juga tak melulu sama dengan temannya. Karena itu, pastikan Bunda bisa menyikapinya dengan tepat, agar si Kecil dapat tumbuh dengan baik dan optimal.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar