Sukses

Benarkah ASI Bisa Menjauhkan Anak dari Alergi?

Air susu ibu (ASI) merupakan asupan terbaik untuk buah hati. Namun, benarkah ASI juga bisa menjauhkan anak dari risiko alergi?

Klikdokter.com, Jakarta Air susu ibu (ASI) mengandung nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan bayi. Kandungan vitamin, protein, dan lemak telah tersedia dalam komposisi yang ideal. Selain itu, kandungan antibodi di dalamnya juga memberikan perlindungan bagi bayi.

Bicara mengenai alergi, kita semua tahu bahwa anak dari keluarga dengan riwayat alergi memiliki kecenderungan untuk mengalami alergi. Kecenderungan tersebut akan meningkat bila kedua orang tua juga memiliki alergi.

Namun, pada beberapa kondisi tersebut, tidak ada rekomendasi untuk membatasi makanan saat kehamilan dan menyusui. American Academy of Allergy Asthma and Immunology menyatakan bahwa menghindari makanan-makanan yang dikenal lazim menyebabkan alergi tidak akan mengurangi risiko timbulnya alergi pada anak.

Di sisi lain, pemberian ASI eksklusif selama 4-6bulan pertama dilaporkan memiliki efek positif terhadap pencegahan alergi. Berbagai penelitian menunjukkan adanya manfaat tambahan dari pemberian ASI eksklusif.

Pada tahun 2008, American Academy of Pediatrics melaporkan, pemberian ASI eksklusif menurunkan kejadian alergi susu dan eksema pada dua tahun pertama kehidupan. Hasil serupa dilaporkan oleh penelitian di Qatar pada tahun 2007 dan European Academy of Allergology and Clinical Immunology pada tahun 2011.

Selain memberikan ASI eksklusif, mencegah paparan terhadap asap rokok selama kehamilan dan setelah persalinan juga penting. Anak yang terpapar dengan asap rokok memiliki risiko mengalami asma dan penyakit pernafasan lainnya.

Hal ini juga berlaku untuk alergen seperti kutu debu. Bayi sebaiknya dihindarkan dari benda-benda yang berpotensi menjadi tempat kutu debu berkembang biak seperti karpet dan sprei tebal.

Jadi, itulah tadi penjelasan mengenai manfaat ASI. Secara khusus, berdasarkan beberapa hasil penelitian, ASI berperan dalam menurunkan kejadian alergi susu dan eksema pada dua tahun pertama kehidupan.

[BA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar