Sukses

3 Cara Aman Jalani Diet Detoks

Bagaimana melakukan diet detoks yang benar agar berat tubuh ideal sekaligus sehat?

Klikdokter.com, Jakarta Diet detoksifikasi atau diet detoks sering kali mengundang kesalahpahaman. Sebagian orang berpikir bahwa diet ini dapat membuang seluruh racun dalam tubuh secara instan. Lalu setelahnya, orang dapat kembali makan bebas seenaknya dan kembali melakukan diet detoks selama beberapa hari.

Apa memang benar demikian?

Jika berpikir bahwa diet detoks seperti kendaraan yang bersih setelah ganti oli dan servis rutin, berarti Anda salah paham. Pada kenyataannya, diet ini tidak mampu mengeluarkan akumulasi toksin dalam tubuh akibat dari gaya hidup tidak sehat selama bertahun-tahun.

Selain itu, diet detoks menuai banyak kontroversi karena metodenya sering kali membingungkan. Bahayanya, kebanyakan orang mengikutinya tanpa melihat kondisi tubuh sendiri atau tanpa berkonsultasi kepada dokter.

Mereka juga beranggapan bahwa semakin ekstrem atau menyiksa diet tersebut, maka pastilah semakin efektif. Lalu, bagaimana melakukan diet detoks yang baik dan benar?

  1. Keamanan adalah yang utama

    Ingat, tujuan dari diet detoks adalah untuk menetralkan racun dan dalam jangka panjang mempertahankan Anda untuk memiliki gaya hidup sehat—termasuk pola makan sehat.

    Karena itu, hindari penggunaan obat-obat tertentu dalam konteks diet detoks. Misalnya, pencahar atau obat yang membuat Anda berkeringat dan buang air dalam jumlah banyak dengan tujuan detoksifikasi.

  2. Hindari pola diet ekstrem

    Minum air atau jus buah dalam jumlah yang sangat banyak tanpa makan apa pun selama berhari-hari adalah salah satu contoh diet yang terlihat baik, tetapi sebenarnya tidak sehat. Bahkan, ada yang selama berhari-hari hanya minum air putih saja.

    Bagaimanapun juga, diet yang baik dan benar mengutamakan keseimbangan dan kesehatan. Sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter gizi sebelum melakukan program diet.

  3. Konsultasi kepada dokter bila memiliki penyakit tertentu

    Bila Anda mengidap penyakit jantung, diabetes, atau ginjal, harap berkonsultasi kepada dokter sebelum melaksanakan diet detoks. Karena program diet ini mungkin membahayakan atau memperburuk kondisi organ Anda.

Bila Anda dalam kondisi sehat dan bermaksud melakukan ‘pembersihan’ dengan diet detoks, cukup lakukan hal-hal di bawah ini:

  • Berolahraga setiap hari sebanyak 45 menit hingga 1 jam. Anda dapat melakukan olahraga aerobik (lari, berenang, atau bersepeda), atau olahraga dengan intensitas lebih (basket, tenis, dan tenis meja) bila berusia di bawah 40 tahun. Olahraga seperti ini akan membuat Anda rutin berkeringat dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

  • Mengonsumsi buah segar saat makan pagi, makan siang, dan makan malam di samping menu utama.

  • Mengganti sumber karbohidrat, dari nasi putih dan roti manis menjadi serealia, nasi merah, atau roti gandum.

  • Setiap makan menu utama, usahakan setidaknya sepertiga porsi makan terdiri atas sayuran hijau. Dengan demikian Anda membantu proses pencernaan di usus.

  • Hindari mengonsumsi makanan yang sudah diawetkan atau makanan kemasan. Sebaiknya makanan tersebut direbus, dibakar, dikukus, atau dipanggang.

  • Cukupi kebutuhan air putih sebanyak 1.5–2 liter setiap harinya. Jauhi minuman kemasan agar pembuangan metabolisme melalui urine tetap lancar.

Lakukan diet detoks sehat tersebut selama setidaknya 14–20 hari dan rasakan perubahannya. Anda akan ketagihan untuk melakukan ini seterusnya dan menjadi bagian dari keseharian. Namun, jangan lupa untuk berkonsultasi terlebih dulu kepada dokter ahli gizi.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar