Sukses

Perlukah Melakukan Diet Detoks?

Tak sedikit orang yang melakukan diet detoks demi kesehatan. Namun, apakah diet ini memang diperlukan tubuh?

Klikdokter.com, Jakarta Diet detoks diyakini dapat membersihkan racun-racun dalam tubuh, termasuk lemak, kolesterol, dan zat-zat racun dalam makanan tidak sehat yang telah Anda santap sebelumnya. Apakah ini benar?

Bagi sebagian orang, diet detoks merupakan solusi instan. Kadangkala yang dituju adalah menghilangkan rasa bersalah setelah pesta atau setelah makan tidak sehat.

Faktanya, tubuh manusia memiliki mekanisme untuk melakukan detoksifikasi secara alami. Racun-racun dan zat sisa metabolisme tubuh akan dikeluarkan melalui keringat, pernapasan, feses, dan urine.

Hal tersebut tentu akan berjalan baik apabila organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, dan ginjal berfungsi dengan baik pula. Oleh karena itu, selama Anda menjaga fungsi tubuh tetap sehat, maka proses detoksifikasi akan berjalan dengan baik.

Lalu, apakah diet detoks perlu dilakukan? Tidak. Selama Anda menjaga pola makan sehat dan olahraga rutin menjadi bagian dari keseharian, maka dengan sendirinya proses detoksifikasi sudah berlangsung tanpa Anda sadari.

Selain itu, detoksifikasi melalui ibadah puasa juga merupakan salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga nafsu makan, melatih disiplin waktu makan teratur, dan mengendalikan porsi makan.

Apakah detoksifikasi ini mampu membersihkan tubuh kita secara tuntas? Sebenarnya tidak.

Pada kenyataannya, akumulasi dari gaya hidup Anda yang terdahulu tidak dapat menjadi bersih kembali dengan detoksifikasi. Ada hal-hal yang tidak bisa kembali, misalnya pembuluh darah yang mengeras atau bahkan menyempit karena pembentukan plak aterosklerosis.

Jadi, hal yang paling penting adalah gaya hidup sehat harus menjadi bagian dari keseharian. Lakukan secara konsisten agar Anda mendapatkan manfaatnya secara maksimal, termasuk dalam hal detoksifikasi tubuh. Ingat juga untuk tidak menjadikan diet detoks sebagai solusi instan.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar