Sukses

Cara Menghindarkan Anak dari Alergi Debu

Alergi debu sering dialami oleh anak-anak. Kenali gejalanya dan ketahui cara mencegahnya.

Klikdokter.com, Jakarta “Dok, anak saya pasti gatal dan bersin-bersin kalau di kamarnya. Jangan-jangan alergi debu, ya?” Demikian hal yang sering ditanyakan (dan dikhawatirkan) oleh para orangtua.

Alergi tungau debu memang merupakan salah satu jenis alergi yang sering dijumpai. Alergi ini lebih umum dikenal sebagai alergi debu.

Penyebab dari reaksi alergi ini sebenarnya bukanlah debu, melainkan organisme mikroskopis yang disebut tungau debu. Jika anak berkontak dengan tubuh tungau debu maupun kotorannya, dapat timbul berbagai gejala yang cukup mencolok.

Gejala-gejalanya, antara lain bersin-bersin, hidung berair atau tersumbat, mata merah dan berair, serta batuk. Pada penderita asma, alergi tungau debu dapat membuat sulit bernapas dan dada terasa berat.

Tungau debu hidup di lingkungan yang hangat dan lembap. Umumnya mereka menghuni bantal, kasur, karpet, dan pelapis perabotan.

Saat dilakukan pembersihan dengan pengisap debu atau penggantian karpet dan pembungkus kasur, tungau debu akan tersebar di udara. Hal inilah yang dapat mencetuskan gejala pada anak yang alergi.

Untuk mencegah terjadinya reaksi alergi, orangtua dapat melakukan beberapa langkah. Lapisi kasur dan bantal dengan bahan yang tidak tembus debu, cuci seprai dan selimut dengan air panas.

Anda juga bisa menggunakan bantal yang terbuat dari serat poliester (bukan bulu atau kapuk). Selain itu, jagalah kelembapan di dalam rumah agar kurang dari 50 persen.

Alergi tungau debu atau alergi debu disebabkan oleh kontak dengan tungau debu atau kotorannya. Gejala alergi ini dapat membuat pernapasan terganggu dan menimbulkan ketidaknyamanan lainnya. Berbagai usaha diperlukan untuk mencegahnya, salah satunya dengan mengganti bahan kasur dan bantal.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar