Sukses

Alergi Kacang Bisa Dicetuskan Akibat Menghirup Aromanya?

Mencegah terjadinya alergi kacang harus juga memerhatikan makanan yang dikonsumsinya.

Klikdokter.com, Jakarta Gejala alergi makanan ringan umumnya berupa gatal pada kulit, disertai munculnya ruam, mual dan hidung berair. Sementara, reaksi berat atau anafilaksis menimbulkan gejala penurunan kesadaran, sesak nafas, dan penurunan tekanan darah yang dapat berujung pada kematian.

Menurut data Mayo Clinic, ada lebih dari 160 jenis makanan yang dapat mencetuskan alergi makanan. Di antara 160 jenis tersebut, alergi makanan paling sering dicetuskan oleh susu, telur, gandum, makanan laut dan kacang-kacangan.

Jenis makanan laut yang sering menjadi pencetus alergi antara lain kepiting, udang, atau lobster. Sementara jenis kacang-kacangan yang kerap mencetuskan alergi seperti kedelai, kacang tanah, almond, walnut, dan lain-lain.

Bagi penderita alergi kacang, makanan yang mengandung kacang seperti permen, kue, dan roti harus dihindari. Protein di dalam makanan yang mengandung kacang akan memicu reaksi sistem kekebalan tubuh berlebih pada orang yang alergi terhadap kacang.

Meski konsumsi kacang dapat dengan mudah menyebabkan reaksi alergi bagi penderitanya, penelitian membuktikan bahwa aroma kacang tidak menimbulkan reaksi alergi. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa aroma kacang berasal dari senyawa pyrazine, yang bukan merupakan protein. Oleh karena itu, aroma kacang tidak akan menyebabkan alergi maupun anafilaksis, reaksi alergi hebat yang dapat mengancam jiwa.

Meski demikian penderita alergi kacang tetap harus waspada dengan protein kacang yang terbawa oleh udara dan terhirup. Selama dalam bentuk protein, baik melalui hidup atau mulut, kacang tetap dapat menyebabkan timbulnya reaksi alergi.

(DA/MFW)

0 Komentar

Belum ada komentar