Sukses

Benarkah si Kecil Wajib Konsumsi Makanan Organik?

Dianggap mendatangkan sederet manfaat, sebagian orang lebih memilih makanan organik disamping makanan non-organik.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian orangtua menganggap bahwa si Kecil wajib mengonsumsi makanan organik. Makanan non-organik dianggap tidak sebaik makanan organik, benarkah demikian?

Secara sederhana, makanan organik adalah makanan yang tidak terpapar pestisida, pupuk buatan, antibiotik, serta tidak mengandung pewarna dan perasa buatan. Sehingga, dengan mengonsumsi makanan jenis ini, risiko si Kecil untuk terserang penyakit semakin kecil. Karena, pada dasarnya:

  1. Organ-organ di dalam tubuh si Kecil belum berkembang sempurna, sehingga lebih rentan terhadap paparan racun.
  2. Saluran pencernaan si Kecil mudah menyerap racun. Namun, ginjalnya belum mampu bekerja maksimal untuk menetralkan racun tersebut.

Keunggulan lain makanan organik yang kerap didiskusikan adalah bahwa makanan organik menjanjikan manfaat dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa penelitian telah menunjukkan adanya kaitan erat antara konsumsi makanan organik dengan peningkatan daya tahan tubuh. Meski begitu, penelitian tersebut baru dilakukan pada hewan, belum pada manusia.

Namun, meski makanan organik direspons baik oleh tubuh si Kecil dan menjanjikan keunggulan dibanding makanan non-organik, bukan berarti makanan non-organik harus dihindari. Artinya, si Kecil boleh mengonsumsi makanan non-organik. Asalkan, makanan tersebut dicuci bersih dengan air mengalir, dan dimasak hingga matang sempurna.

Dengan berbagai pertimbangan ini, pemilihan makanan organik sebagai menu pilihan si Kecil sepenuhnya di tangan Bunda. Yang paling penting dan tidak boleh ditawar adalah makanan si Kecil harus selalu terjaga kebersihannya, mengandung gizi seimbang, serta tidak menimbulkan reaksi alergi.

(NB/MFW)

0 Komentar

Belum ada komentar