Sukses

Menelisik Perbedaan Alergi dan Intoleransi Makanan

Tahukah Anda, alergi dengan intoleransi makanan merupakan dua jenis kondisi yang berbeda.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian orang mendefinisikan reaksi terhadap makanan tertentu sebagai alergi. Padahal, apa yang mereka alami bisa jadi merupakan bentuk intoleransi terhadap makanan.

Alergi makanan merupakan respons sistem kekebalan tubuh (antibodi) yang tidak dapat menerima bahan makanan tertentu. Makanan yang paling umum menyebabkan alergi adalah kacang tanah, kenari, almond, ikan, kerang, susu, telur, gandum, dan kedelai.

Sedangkan intoleransi makanan adalah respons sistem pencernaan terhadap sistem kekebalan. Hal ini terjadi ketika iritasi pada sistem pencernaan seseorang tidak dapat mencerna makanan dengan baik akibat kurangnya enzim pencernaan. Atau bisa juga karena sensitif terhadap zat- zat tambahan dalam makanan.

Keluhan yang sering muncul akibat reaksi alergi makanan bisa terjadi di bagian tubuh manapun. Bagian yang paling sering adalah kemerahan pada kulit yang disertai rasa gatal seperti biduran, sesak nafas, nyeri dada, sulit bernafas dan menelan, serta turunnya tekanan darah secara tiba-tiba.

Pada intoleransi makanan, keluhan muncul lebih lambat atau secara bertahap. Keluhan tersebut biasanya hadir akibat sering mengonsumsi makanan pemicu dalam jumlah besar.

Intoleransi makanan kerap kali berhubungan dengan gangguan pada saluran pencernaan seperti perut kembung, sering buang angin, dan kram perut. Keluhan sakit kepala dan gelisah juga dapat muncul meskipun jarang.

Untuk menghindari terjadinya alergi atau intoleransi makanan terulang di masa depan, sebaiknya hindari makanan yang menjadi faktor pemicu. Jika mengalami reaksi setelah terlanjur mengonsumsinya, segera konsultasikan keluhan Anda ke dokter.

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar