Sukses

Mengenal Ciri-Ciri Anak Kurang Gizi

Kurus belum tentu kurang gizi. Yuk, cari tahu ciri-ciri anak kurang gizi yang sebenarnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Hingga saat ini, kurang gizi masih menjadi masalah utama di Indonesia. Jika masalah ini dibiarkan begitu saja, kualitas penerus bangsa di masa yang akan datang akan menurun.

Maka dari itu, setiap orangtua wajib mengetahui ciri-ciri anak kurang gizi. Sehingga, masalah ini tidak terjadi secara berlarut-larut, dari generasi ke generasi.

Di Indonesia, anak yang mengalami kurang gizi disebut dengan anak KEP (Kurang Energi Protein). KEP itu sendiri adalah kejadian kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya asupan energi dan protein, sehingga Angka Kecukupan Gizi (AKG) tidak terpenuhi.

Secara umum, kejadian KEP ringan dan sedang pada anak dapat diketahui dari:

  • Bentuk tubuh anak yang kurus ataupun pendek.
  • Kulit anak terlihat kering.
  • Rambut anak mudah rontok.
  • Anak mudah marah dan sering menangis.

Sedangkan anak yang mengalami KEP berat (gizi buruk) dibedakan menjadi tiga kategori, yakni:

  1. Marasmus

    Anak yang mengalami kekurangan gizi secara bertahap, karena kurangnya asupan makanan atau tidak mendapatkan cukup ASI dari sang ibu. Anak yang mengalami kurang gizi golongan ini memiliki ciri:

    • Terlihat sangat kurus.
    • Muka terlihat lebih tua daripada usianya.
    • Rewel dan sering menangis.
    • Kulit keriput.
    • Perut cekung.
    • Menderita penyakit pencernaan, seperti konstipasi dan diare kronik.

  2.  Kwashiorkor

    Kekurangan asupan protein yang menyebabkan tubuh anak menyimpan cairan berlebih, sehingga terlihat bengkak di bagian ujung tubuhnya. Anak kurang gizi golongan ini memiliki ciri:

    • Edema atau pembengkakan di sekujur tubuh.
    • Wajah terlihat sembap.
    • Mata tampak sayu.
    • Warna rambut menjadi kemerahan seperti jagung dan mudah sekali rontok.
    • Rewel.
    • Otot menjadi lebih kecil.
    • Terdapat bercak merah yang mengelupas di kulit.
    • Menderita penyakit, misalnya diare dan anemia.

  3. Marasmik-kwashiorkor

    Anak kurang gizi golongan ini memiliki ciri gabungan dari marasmus dan kwashiorkor.

Nah, agar anak Anda tidak menjadi korban kurang gizi berikutnya, kunjungilah posyandu secara rutin dan teratur, minimal satu bulan sekali. Jika Anda benar-benar khawatir akan status gizi anak saat ini, jangan ragu untuk berkunjung ke dokter spesialis anak terdekat.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar