Sukses

Stunting, Masalah Utama Kurang Gizi di Indonesia

Pernah dengar istilah stunting? Ini adalah masalah utama kurang gizi di Indonesia. Awas, jangan sampai anak Anda menjadi korban selanjutnya.

Klikdokter.com, Jakarta Di Indonesia, kurang gizi pada anak masih menjadi masalah yang sering ditemukan. Ini diduga akibat asupan gizi yang tidak tercukupi, sehingga anak mengalami stunting.

Stunting adalah suatu keadaan di mana asupan gizi tidak tercukupi dan terjadi secara berkelanjutan. Akibatnya berat badan serta tinggi badan anak terhenti (stunted). Pada akhirnya hal ini dapat menghambat perkembangan otak anak.

Faktanya, di Indonesia kejadian stunting masih tergolong besar. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa angka stunting –yang mencerminkan angka kurang gizi kronis– masih sekitar 30%.

Sedangkan, data dari program pemantauan status gizi yang dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia selama tahun 2015 menunjukkan bahwa masih ada 16,2% balita yang menderita malnutrisi. Pastikan anak Anda tidak menjadi salah satunya.
Untuk mengetahui dan memantau status gizi anak, lakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepala anak secara rutin. Anda bisa melakukannya di pusat pelayanan kesehatan terdekat.

Jika tak ada masalah, Anda tetap harus memastikan bahwa kebutuhan makronutrien (karbohidrat dan lemak) anak tetap seimbang. Begitu juga dengan kebutuhan mikronutriennya (vitamin dan mineral).

Pasalnya, meski mendapat asupan kalori yang cukup, apabila dietnya tidak seimbang maka anak tetap berisiko untuk mengalami kurang gizi. Contoh yang banyak terjadi di Indonesia adalah kekurangan zat besi.

Beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa angka kekurangan zat besi pada anak sekolah dasar masih sekitar 50%. Kekurangan zat besi ini menyebabkan anak menjadi pucat (anemia), lemah, mudah lelah, dan konsentrasi belajarnya menurun.

Jangan sampai masalah stunting akibat kurang gizi menimpa anak Anda. Yuk, lebih perhatikan kecukupan gizinya, sehingga ia dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar