Sukses

Kolesterol: Tidak Berbahaya?

Dok, mau tanya. Penelitian terbaru saat ini menyatakan kolesterol tidak membahayakan kesehatan. bahkan, peneliti menyatakan bahwa semakin banyak kadar kolesterol maka semakin panjang umur manusia. Para peneliti tersebut secara terang-terangan menyatakan bahwa peneliti zaman dahulu telah SALAH mengambil kesimpulan. Kesalahan ini menyebabkan perusahaan produsen penurun kolesterol untung jutaan dolar per tahun, which is para peneliti beranggapa kolesterol tidak perlu diturunkan. paneliti ini tidak

Oleh: dr. Nadia Octavia

Tanya:

Dok, mau tanya. Penelitian terbaru saat ini menyatakan kolesterol tidak membahayakan kesehatan. bahkan, peneliti menyatakan bahwa semakin banyak kadar kolesterol maka semakin panjang umur manusia. Para peneliti tersebut secara terang-terangan menyatakan bahwa peneliti zaman dahulu telah SALAH mengambil kesimpulan. Kesalahan ini menyebabkan perusahaan produsen penurun kolesterol untung jutaan dolar per tahun, which is para peneliti beranggapa kolesterol tidak perlu diturunkan. paneliti ini tidak hanya satu/dua orang yang berpendpat demikian. Namun, saya heran kenapa di Indonesia Isu ini tidak pernah dibahas. Media masa seperti televisi ataupun berita online tidak ada yang membahas persoalan ini (setahu saya begitu). Mohon dibahas disini dok mengenai pendapat dokter. Kalau perlu topik ini dipublish ke seluruh orang indonesia. terimakasih.

Jawab:

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

 

Mungkin sekiranya perlu diluruskan terkait penlitian yang Anda baca. Pertama-tama saya akan memaparkan secara singkat mengenai kolesterol.

Kolesterol adalah termasuk keluarga lemak, zat ini merupakan salah satu dari komponen lemak itu sendiri. Kehadiran lemak sendiri dalam tubuh kita sesungguhnya memiliki fungsi sebagai zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh disamping zat gizi lainnya seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.

Lemak adalah cadangan energi yang memberikan kontribusi kalori paling tinggi. Acapkali kolesterol menjadi momok dan kerap dibicarakan sebagai sumber masalah kesehatan degeneratif dewasa ini. Namun demikian, bukan berarti kolesterol tidak memiliki fungsi bagi tubuh manusia.

Dalam berbagai proses metabolisme tubuh, kolesterol juga mengambil peran penting diantaranya:

  • Proses pembentukan sel-sel dalam tubuh, lemak berperan sebagai pembentuk dinding- dinding sel.
  • Dibutuhkan untuk bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid.
  • Membuat asam empedu untuk proses emulsi lemak.
  • Dibutuhkan untuk membuat vitamin D dan juga berperan sebagai bahan untuk membuat hormon - hormon sex dan kortikosteroid.

Kolesterol sendiri sebenarnya merupakan lemak yang tidak terlalu larut di dalam darah. Karena sifatnya yang tidak terlalu larut dalam darah itu, maka kolesterol butuh bantuan untuk dapat beredar dalam pembuluh darah tubuh. Kolesterol dalam darah akan terikat pada suatu ‘kendaraan’ yang disebut lipoprotein yang dapat membantu kolesterol untuk beredar di dalam pembuluh darah tubuh.

 

Kolesterol diproduksi di dalam hati sekitar 1gr/hari serta juga usus halus kemudian akan beredar didalam darah. Dalam kandungan darah, kolesterol terikat oleh suatu zat lipoprotein, zat tersebut terdiri dari:

  • Kilomikron, kilomikron adalah suatu zat yang memiliki fungsi membawa energi dalam bentuk lemak ke otot.
  • VLDL (Very Low Density Lipoprotein), zat yang berfungsi untuk membawa kolesterol yang telah dikeluarkan oleh hati ke jaringan otot untuk disimpan sebagai cadangan energi.
  • LDL (Low Density Lipoprotein),
  • IDL (Intermediate Low Density Lipoprotein), dan
  • HDL (High Density Lipoprotein).

Namun sayangnya, dalam menjalankan fungsinya, kolesterol yang memiliki kepadatan protein lebih rendah (VLDL, ILDL, LDL) mudah sekali menempel dalam dinding pembuluh darah koroner sehingga menimbulkan plak (timbunan lemak pada dinding pembuluh darah ini akrab disebut dengan plak aterosklerosis).

Jika pembuluh darah tersumbat oleh timbunan lemak tersebut, maka dampak lebih jauhnya diantaranya adalah stroke, serangan jantung, dan lainnya yang mengarah fatal kepada tubuh manusia. Oleh karena itu LDL akrab dewasa ini dikenal sebagai sebutan kolesterol jahat.

Sementara HDL bersifat menangkap kolesterol yang sedang dalam keadaan bebas di pembuluh darah untuk kemudiannya terbawa ke dalam hati untuk diproses lebih lanjut. Oleh karenanya HDL akrab dianggap sebagai kolesterol yang baik.

Sejatinya, kolesterol yang kita butuhkan tersebut dalam keadaan normal diproduksi sendiri oleh tubuh sudah dalam jumlah yang tepat. Namun, seiring dengan kesembarangan pola makan yang ada, jumlah menjadi berlebih jauh dari yang sekedar dibutuhkan oleh tubuh.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa kolesterol dalam jumlah yang tepat berfungsi untuk metabolisme tubuh. Sedangkan kolesterol dalam jumlah yang berlebih tentu akan menyebabkan timbulnya berbagai penyakit seperti: aterosklerosis, stroke, dsb.

Jika saya boleh tahu, dari sumber manakah Anda membaca mengenai penelitian tersebut? Karena di dalam dunia kedokteran suatu penelitian baru diakui teori kebenaran setelah melalui minimal suatu tahapan yaitu "clinical trial" (uji coba pada manusia) dan taraf yang paling tinggi adalah systematic review/meta analysis (penelitian yang membutuhkan waktu biasanya berpuluh tahun). Suatu penelitian atau teori tersebut kemudian biasanya akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah yang teregistrasi dan melalui peer review yang ketat. Sehingga tidak sembarang penelitian dapat dipublikasikan. 

Apalagi seiring dengan perkembangan teknologi, semua orang dapat menemukan atau membaca sumber darimana saja. Namun tidak semua sumber tersebut dapat dipercaya atau diakui secara ilmiah atau dunia medis sebagai referensi utama. Sehingga Anda, sebagai konsumen hendaknya lebih kritis dalam memilih dan memilah serta menelaah reabilitas sumber tersebut. 

Saya juga belum pernah mendengar sebelumnya terkait isu penelitian yang Anda baca. Terlebih lagi, American Heart Association atau World Health Organization (WHO) sebagai salah satu sumber acuan utama dalam dunia medis hingga saat ini tidak pernah melontarkan pernyataan terkait hal tersebut.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi Anda.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](NO)

Artikel Terkait:

0 Komentar

Belum ada komentar