Sukses

Jaringan Pendukung Gigi

Apa yang menahan gigi kita pada tempatnya, padahal dalam satu hari tidak terhitung betapa seringnya kita mengunyah makanan, baik yang lembut maupun keras. Mengapa gigi kita tetap tegak meski kita menggigit

Oleh : drg. Martha Mozartha

Apa yang menahan gigi kita pada tempatnya, padahal dalam satu hari tidak terhitung betapa seringnya kita mengunyah makanan, baik yang lembut maupun keras. Mengapa gigi kita tetap tegak meski kita menggigit benda keras? Jaringan pendukung gigilah yang berperan dalam menopang gigi kita, dan disebut periodontium yang terdiri dari beberapa jaringan yang berbeda-beda. Jaringan tersebut meliputi:

  • Gingiva (gusi )
  • Ligamen periodontal
  • Sementum
  • Tulang alveolar

Gingiva

Gingiva dalam bahasa awam disebut gusi. Gingiva mengelilingi gigi, dan warnanya bergantung pada pigmentasi seseorang. Namun umumnya gingiva yang sehat berwarna merah muda dan permukaannya sering digambarkan seperti kulit jeruk.

Bagian gingiva yang berbatasan langsung di daerah leher gigi disebut tepi gingiva atau free gingiva atau gingival margin, yang berukuran sekitar 1 mm.  Daerah ini tidak melekat kuat dengan tulang. Di dasarnya terdapat perlekatan epitel, di mana jaringan gusi mulai melekat ke gigi dan menjadi dasar dari sulkus gingiva. Sulkus gingiva adalah celah antara free gingiva dan gigi. Kedalaman sulkus yang sehat umumnya tidak melebihi 2-3 mm. Gingiva yang berada di sela gigi disebut papilla interdental.

Pada pasien yang menderita penyakit periodontal (peradangan periodontal disebut periodontitis), biasanya sulkus bertambah dalam dan disebut poket periodontal. Ada suatu alat (disebut periodontal probe) yang dapat digunakan untuk mengukur kedalaman poket, seperti yang terlihat pada gambar di bawah. Kedalaman poket lebih dari 3 mm, dan pada pasien yang kerusakan jaringan periodontalnya cukup parah, kedalaman poket dapat mencapai lebih dari 6 mm

Gbr. Gingiva yang meradang

Warna kemerahan dari gingiva disebabkan karena daerah ini cukup banyak mengandung suplai pembuluh darah. Selain itu ketebalan atau derajat keratinisasi dari epitel gingiva dan adanya sel-sel yang mengandung pembuluh darah turut memberi warna pada gingiva, oleh karena itu masing-masing orang dapat memiliki tampilan gingiva yang berbeda.

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar