Sukses

Perawatan Saluran Akar

Karies (lubang) pada gigi terjadi akibat infeksi bakteri, yang berakibat kerusakan gigi sedikit demi sedikit hingga lama kelamaan lubang semakin dalam. Dari yang dangkal sebatas email

 

Oleh: drg. Martha Mozartha

 

 

 

 

 

Karies (lubang) pada gigi terjadi akibat infeksi bakteri, yang berakibat kerusakan gigi sedikit demi sedikit hingga lama kelamaan lubang semakin dalam. Dari yang dangkal sebatas email, makin dalam hingga mencapai dentin.

Jika karies lebih dalam lagi dan sudah mencapai pulpa, tidak lagi dapat sekedar ditutup dengan bahan tambal. Sebelumnya, harus dilakukan perawatan saluran akar (endodontic treatment, atau root canal treatment). Saluran akar harus dibersihkan agar steril dan bebas dari infeksi kuman. Lalu saluran akar tersebut diisi dengan bahan pengisi saluran akar agar mencegah kontaminasi bakteri.

Gigi yang berlubang akan menimbulkan sakit berdenyut kalau sudah mencapai ruang pulpa (lihat gambar di atas) yang isinya adalah jaringan syaraf dan pembuluh darah. Bila tidak dirawat, infeksi bisa menyebar ke jaringan di bawah gigi dan menimbulkan abses. Abses berisi nanah, dan menyebabkan pembengkakan di gusi, atau pada kasus-kasus tertentu abses ini bisa besar sekali hingga pipi menjadi bengkak. Gigi yang sedang sakit dan mengalami abses tidak boleh langsung dicabut karena infeksi yang terjadi sedang dalam fase akut. Rasa sakit dan abses harus diredakan dulu, dengan minum obat antibiotik menurut resep dokter.

Tahapan Perawatan Saluran Akar


 

Keterangan gambar dari kiri ke kanan:
  • Gmbr 1. Karies mencapai pulpa, terjadi abses di ujung akar gigi
  • Gmbr 2. Mahkota gigi dibor dan dipreparasi untuk memudahkan akses alat-alat endodontik
  • Gmbr 3. Saluran akar dibersihkan dengan jarum endodontik
  • Gmbr 4. Saluran akar diisi dengan bahan pengisi saluran akar, kemudian lubang gigi ditutup dengan bahan tambal dan direstorasi dengan mahkota tiruan.

 

Gbr. Ilustrasi gigi yang sudah dirawat saluran akar. Saluran akar telah diisi dengan bahan pengisi saluran akar, kemudian gigi harus dibuatkan restorasi

Setelah melewati beberapa hari dan saat pasien datang untuk kontrol tidak ada keluhan, lubang yang menganga pada gigi tersebut ditutup dengan restorasi. Ada beberapa jenis restorasi yang dapat dipilih, bergantung pada kondisi gigi. Mahkota yang dinding-dinding tegaknya masih utuh dapat dibuatkan tambalan dengan logam tuang yang dikerjakan di laboratorium, atau mahkota tiruan bila sudah banyak jaringan mahkota gigi yang hilang.

Memang perawatan ini memerlukan kesabaran baik dari dokter gigi maupun pasien, karena biasanya penyelesaiannya membutuhkan lebih dari satu kali kunjungan. Biayanya pun tidak kecil. Namun setidaknya dapat memperpanjang usia gigi tersebut berada dalam mulut.[](MM)

 

0 Komentar

Belum ada komentar