Sukses

Anak Pemarah, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tingkat temperamen seorang anak dapat berbeda antara satu dan yang lainnya, walaupun orangtua memberikan pola asuh yang sama dalam sebuah keluarga. Lalu, apa yang harus dilakukan pada anak yang temperamental atau pemarah?

Sikap seorang anak dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti faktor genetik dan lingkungan (termasuk lingkungan dalam keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat sekitar). Sikap anak yang pemarah dapat dipengaruhi dari pola asuh orangtua serta hubungan antara orangtua dan anak sejak awal masa kehidupan.

Orangtua perlu memahami bahwa seorang anak berbeda dengan anak yang lainnya. Begitu juga tingkat temperamen seorang anak dapat berbeda antara satu dan yang lainnya, walaupun orangtua memberikan pola asuh yang sama dalam sebuah keluarga. Oleh karena itu, orangtua harus pintar untuk menyesuaikan diri dalam menghadapi anak dengan karakter dan tingkat temperamen yang berbeda dalam satu keluarga.

Seorang psikolog membagi tahap perkembangan psikologi anak menjadi empat tahap. Pada usia 0-2 tahun, terjadi tahap perkembangan kepercayaan anak. Kemudian, pada anak usia 2-3 tahun, terjadi tahap perkembangan kemandirian. Setelah anak berusia 4-5 tahun, terjadi tahap perkembangan inisiatif. Selanjutnya, pada usia 6-11 tahun terjadi tahap perkembangan perasaan untuk memperoleh keinginannya.

Kurangnya peran orangtua atau pengasuh dalam memberikan pendidikan mental dan emosional pada usia dini akan berdampak pada kondisi mental anak di masa mendatang. Kesalahan pola asuh sejak dini dapat menyebabkan rasa tidak percaya, rasa malu, ragu, rasa bersalah, tidak percaya diri, pemarah, serta perasaan rendah diri dalam diri anak.

Ada beberapa kiat yang dapat dilakukan oleh orangtua untuk menangani anak yang memiliki sifat pemarah. Berikut penjelasannya:

  • Kenali anak Anda.

Orangtua harus mengenal sifat dan karakter seorang anak. Apa yang ia sukai dan apa yang tidak ia sukai. Kenali juga kelebihan dan kekurangan anak. Dengan demikian akan lebih mudah bagi Anda untuk memahami perasaan anak. Setelah itu, bantu anak Anda memahami kekurangan dan kelebihan dirinya dan ajarkan bagaimana cara meningkatkan kelebihannya serta mengatasi kekurangannya.

  • Berikan reaksi yang pantas untuk sikap anak.

Marah merupakan ekspresi emosi seorang anak. Jika anak sedang marah, Anda harus menunjukkan sikap pengertian dan mendengarkan keluhannya. Tanya kepada anak apa yang membuatnya merasa marah, kemudian tanya juga kepadanya bagaimana menurutnya solusi terbaik untuk mengatasi masalah tersebut. Jika memang menurut Anda solusi ini sesuai, maka turutilah keinginan anak. Namun demikian, jika solusi yang diberikan anak tidak sesuai, berikanlah pengertian mengapa hal itu tidak boleh dilakukan. Jangan menghadapi kemarahan anak dengan kemarahan pula.

  • Samakan pola asuh antara Anda dan pasangan.

Ibu dan ayah harus memiliki pola asuh yang sama dan tidak bertolak belakang. Pola asuh yang bertolak belakang membuat kebingungan pada anak. Usahakan bahwa Anda dan pasangan Anda berdiskusi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk memenuhi permintaan anak. Jangan sampai Anda melarang sesuatu, namun pasangan Anda memperbolehkannya ataupun sebaliknya.

  • Berkacalah.

Anak akan mengikuti sikap dan perilaku orangtua. Jika Anda atau pasangan Anda pemarah, maka ubahlah sifat tersebut agar anak Anda pun tidak mengikuti sifat tersebut. Berikanlah perhatian, kasih sayang, dan pengertian yang cukup kepada anak namun tetap tegas, agar anak tetap menghormati orangtua dan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin.

  • Terapkanlah sistem reward dan punishment.

Jika anak bersikap baik dan mampu mengendalikan amarahnya, maka berikan pujian atau penghargaan kepada anak. Sebaliknya jika anak tidak dapat mengendalikan amarahnya, terutama saat berada di tempat umum, maka berikanlah hukuman atau konsekuensi yang sewajarnya.

Dengan melatih anak sejak usia dini, sifat pemarahnya secara perlahan akan berubah ke arah yang lebih baik, sehingga kelak anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan dan penuh cinta kasih.

0 Komentar

Belum ada komentar