Sukses

Delapan Cara Bantu Anak Bikin PR

Orangtua sangat berperan dalam proses pendidikan anak, termasuk dalam membantu anak mengerjakan PR. Jika pendidikan di rumah dapat berlangsung dengan baik, prestasi belajar anak juga akan lebih baik di sekolah.

Proses pendidikan anak yang baik tidak hanya terjadi di sekolah. Proses pendidikan juga harus terjadi di rumah. Di sini terlihat bahwa peran orangtua dalam proses pendidikan anak sangatlah penting untuk menunjang kecerdasan anak -- baik kecerdasan  intelektual, emosional, kreativitas, dan spiritual. Itulah mengapa sistem dalam pendidikan formal dikenal istilah pekerjaan rumah (PR). 

Pekerjaan rumah merupakan bagian dari proses belajar bagi anak yang berlangsung di rumah. Orangtua/pengasuh lah yang terutama berperan dalam proses pendidikan anak. Jika pendidikan di rumah dapat berlangsung dengan baik, prestasi belajar anak juga akan lebih baik di sekolah.

Kiat Praktis Bantu Anak

Secara umum, untuk membantu anak mengerjakan PR, orangtua/pengasuh harus memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Pilihlah dan tempat yang tenang dan nyaman tanpa gangguan untuk mengerjakan PR.
  • Siapkan segala kebutuhan yang diperlukan untuk mengerjakan PR, seperti buku, alat tulis, dan lain-lain.
  • Latihlah kebiasaan anak untuk mengerjakan PR dengan rutin pada waktu tertentu dan tidak terlalu larut malam untuk melatih kemampuannya dalam mengatur waktu.
  • Berikan pemahaman kepada anak bahwa PR merupakan hal yang penting dikerjakan untuk proses belajarnya.
  • Biarkan anak mencoba mengerjakan PR-nya sendiri terlebih dahulu untuk melatih kemampuan dan kemandiriannya. Biarkan anak berusaha terlebih dahulu jika ia mengalami kendala atau kesulitan. Jika memang ada hal yang tidak dapat diselesaikan setelah berusaha, barulah Anda boleh memberikan bantuan dengan cara mengajarinya, bukan mengerjakan PR-nya.
  • Berkomunikasilah dengan guru di sekolah jika memang ada PR tertentu yang membutuhkan bantuan khusus dari orangtua atau PR yang membutuhkan kerja kelompok.
  • Berikan penghargaan positif jika anak mampu mengerjakan pekerjaan rumahnya dengan baik.
  • Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan di rumah agar anak senang melakukan pekerjaan rumah.

Sesuaikan dengan Gaya Belajar

Perlu diingat bahwa anak memiliki gaya belajar yang berbeda antara satu dan yang lainnya. Secara umum gaya belajar seorang anak terbagi menjadi tiga, yaitu gaya visual, auditorik, dan kinestetik. Biasanya, seorang anak memiliki salah satu gaya belajar yang lebih dominan, walaupun sebenarnya ketiga hal ini diperlukan dalam proses belajar.

Anak dengan gaya belajar visual lebih mudah untuk belajar atau menghafal dengan melihat atau membaca. Untuk itu, berikanlah bahan belajar yang lebih banyak melibatkan kemampuan visual, seperti buku, gambar, video, dan ciptakan suasana yang terang dan tenang bagi anak.

Anak dengan gaya belajar auditorik lebih mudah belajar atau menghafal dengan mendengar. Untuk itu, biarkan anak belajar dengan membaca keras atau ajaklah anak mendiskusikan bahan pelajaran dan pekerjaan rumahnya.

Sementara itu, anak dengan gaya belajar kinestetik lebih mudah belajar atau menghafal sesuatu dengan cara melakukannya. Untuk itu, gunakanlah alat peraga dan ajaklah anak untuk langsung mempraktikkan bahan pelajarannya, sehingga ia dapat lebih mudah memahaminya.

Nah, kira-kira anak Anda masuk ke dalam gaya belajar yang mana? Setelah mengenal gaya belajar yang lebih dominan pada anak, sesuaikanlah cara mengerjakan PR dengan gaya belajarnya. Jika orangtua/pengasuh dapat menerapkan ketiga gaya belajar tersebut, maka penyerapan pengetahuan dan pemahaman anak akan lebih baik. Bantu anak untuk mencapai prestasi gemilang dengan turut aktif dalam proses pendidikanya.

0 Komentar

Belum ada komentar