Sukses

Kenali Perkembangan Anak Anda dari Tahun ke Tahun

Kurang optimalnya tumbuh kembang anak akan berdampak terhadap penurunan kualitasnya pada masa mendatang. Jadi, penting sekali bagi Anda untuk mengenali perkembangan anak dari tahun ke tahun.

Seribu hari pertama kehidupan merupakan masa yang sangat penting bayi seorang anak. Masa ini dimulai dari sejak anak dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Mengapa demikian? Pada usia ini tumbuh kembang berbagai sistem organ terjadi dengan pesat, termasuk tumbuh kembang otak dan saluran cerna. Di sinilah periode emas untuk membentuk masa depan seorang anak yang berkualitas. Kurang optimalnya tumbuh kembang anak di masa ini akan berdampak terhadap penurunan  kualitasnya pada masa mendatang.

Perkembangan Otak Anak

Setelah lahir, terjadi pertumbuhan dan perkembangan otak yang sangat cepat. Massa otak akan bertambah dari sekitar 300 gram saat lahir menjadi lebih dari 1000 gram saat berusia 2 tahun. Artinya, delapan puluh persen pertumbuhan otak anak terjadi pada dua tahun pertama kehidupan. Selanjutnya pada saat anak berusia 3 tahun, pertumbuhan otaknya mencapai 90 persen berat otak dewasa. Setelah usia 3 tahun, pertumbuhan otak melambat dan akan mencapai ukuran otak dewasa pada usia 9-14 tahun. 

Perkembangan otak terjadi melalui pertambahan koneksi dan percabangan dari sel-sel otak serta pematangan dari sel saraf, sehingga dapat berfungsi dengan baik. Perkembangan emosional terjadi antara 0-2 tahun; perkembangan logika dan matematika terjadi antara 0-4 tahun; perkembangan bahasa terjadi antara 0-10 tahun. Untuk itu, lakukanlah stimulasi yang tepat sesuai dengan tahap perkembangan otak anak.

Perkembangan Saluran Cerna Anak

Sama halnya dengan otak, pertumbuhan dan perkembangan saluran cerna anak juga paling dominan terjadi pada masa awal kehidupan. Saat bayi baru lahir, enzim-enzim pencernaan belum terbentuk secara sempurna. Pada usia 0-3 bulan di dalam saluran cerna bayi, enzim laktase sudah terbentuk sehingga bayi usia ini baru dapat mengkonsumsi ASI atau susu formula yang banyak mengandung laktosa. Enzim lainnya untuk mencerna protein dan lemak juga sudah dihasilkan dalam saluran cerna bayi namun belum sempurna, sehingga bayi hanya mampu mencerna protein dan lemak yang terdapat dalam ASI atau susu formula.

Selanjutnya, pada usia 4-6 bulan enzim-enzim lainnya untuk mencerna zat pati sudah mulai terbentuk namun masih sangat sedikit, sehingga bayi sebaiknya hanya mendapatkan ASI atau susu formula saja pada usia ini. Setelah usia 6 bulan, pembentukan enzim-enzim pencernaan sudah cukup, sehingga bayi sudah mulai dapat diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) sedikit demi sedikit. Setelah bayi berusia 9 bulan kekuatan dan koordinasi mengunyah sudah mulai berkembang sedikit demi sedikit, sehingga bayi sudah dapat diberikan makanan rumah yang dihaluskan. Kemudian, setelah berusia 1 tahun, kekuatan dan koordinasi mengunyah serta kematangan saluran cerna anak sudah cukup baik, sehingga anak sudah dapat diberikan makanan rumah biasa.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Untuk memastikan proses tumbuh kembang otak dan saluran cerna bayi dapat terjadi secara optimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain: nutrisi, stimulasi, higienitas, vaksinasi, dan kesehatan dasar anak.

Dari segi nutrisi, kebutuhan makronutrien dan mikornutrien anak harus dipenuhi sesuai tahapan usia dan permbangan saluran cerna anak. Selain makronutrien dan mikronutrien utama, beberapa zat seperti omega-3, omega-6, AA, DHA, zat besi, dan kolin dapat menunjang perkembangan otak anak. Sementara itu, probiotik dan prebotik juga merupakan komponen penting untuk menunjang pertumbuhan dan pekembangan saluran cerna yang sehat.

Optimalkan pertumbuhan dan perkembangan otak dan saluran cerna anak sejak dini untuk masa depannya yang gemilang!

0 Komentar

Belum ada komentar