Sukses

Pencernaan Sehat, Tumbuh Kembang Anak Optimal

Gangguan pencernaan tidaklah main-main, karena dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan kecerdasan anak. Yuk, sama-sama cegah dan tangani dengan baik!

Gangguan pencernaan merupakan salah satu gangguan yang paling sering dialami oleh bayi dan anak. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya gangguan anatomis (bentuk) maupun gangguan fungsi saluran cerna.

Yang termasuk ke dalam gangguan anatomis saluran cerna adalah kecacatan pembentukan saluran cerna sejak dalam masa kandungan. Sementara itu, yang termasuk dalam gangguan fungsi saluran cerna adalah gangguan akibat infeksi, peradangan, gangguan penyerapan, dan lain-lain yang menyebabkan terganggunya fungsi saluran cerna.

Gangguan fungsi saluran cerna lebih sering terjadi pada anak. Berbeda dengan orang dewasa, saluran cerna anak masih dalam masa perkembangan sehingga lebih rentan mengalami gangguan. Gejala gangguan fungsi saluran cerna di antaranya diare, disentri, muntah, kembung, sakit perut, dan sembelit.

Diare dan Sembelit pada Anak

Diare merupakan gangguan pencernaan yang paling sering dialami oleh bayi dan anak. Diare diartikan sebagai BAB cair yang terjadi lebih dari tiga kali sehari. Sedangkan disentri merupakan diare yang disertai darah. Diare juga kerap disertai dengan muntah.

Diare dan muntah pada anak dapat disebabkan oleh infeksi (virus, bakteri, parasit, dan jamur) serta masalah lain, seperti alergi makanan, gangguan penyerapan, dan peradangan saluran pencernaan bayi.

Berlawanan dengan diare, sembelit merupakan BAB yang keras dan terjadi kurang dari tiga kali per minggu. Sembelit juga merupakan salah satu masalah pencernaan yang sering terjadi pada anak. Sembelit sendiri paling sering terjadi akibat kurangnya asupan serat, kurang minum, atau kebiasaan menahan BAB.

Cara Tangani Gangguan Saluran Cerna

Secara umum, gangguan saluran cerna harus segera diatasi dengan benar. Mengapa? Ganguan pencernaan dalam jangka waktu yang lama dapat memengaruhi proses penyerapan makanan sehingga menyebabkan anak kekurangan zat gizi.

Kekurangan makronutrien (karbohidrat, lemak, dan protein) dapat menyebabkan malnutrisi pada anak, sedangkan kekurangan mikronutrien (vitamin dan mineral) dapat menyebabkan defisiensi vitamin dan mineral pada anak. Kekurangan makronutrien dan mikronutrien dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Selain itu, kekurangan zat gizi juga dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan kecerdasan anak, yang akhirnya dapat berdampak pada penurunan kualitas anak setelah dewasa nanti.  

Oleh karena itu, jagalah kesehatan saluran pencernaan anak dengan baik dengan cara:

  • Menerapkan pola makan yang sehat dan benar kepada anak sesuai dengan usia.
  • Mengolah makanan dengan benar dan bersih.
  • Menjaga kebersihan tangan, alat masak, dan alat makan.
  • Segera berobat ke dokter jika anak mengalami masalah pencernaan.

Ingatlah bahwa pencernaan yang sehat merupakan awal mula dari tumbuh kembang anak yang optimal.

0 Komentar

Belum ada komentar