Sukses

Menilik Keuntungan dan Risiko Water Birth

Water birth, atau melahirkan di dalam air, ternyata memiliki keuntungan dan risiko tersendiri bagi yang melakukannya. Yuk, ketahui lebih jauh tentang water birth bersama dr. Grace Valentine, Sp.OG di sini.

Water birth adalah suatu proses melahirkan yang dilakukan di dalam air hangat. Teori yang mendasari persalinan jenis ini adalah memudahkan transisi janin yang berada di lingkungan dengan cairan ketuban di dalam rahim menuju ke dunia luar sehingga persalinan berjalan dengan lebih mulus dan menurunkan stres pada ibu hamil.

Keuntungan water birth

Beberapa keuntungan water birth yang akan dirasakan oleh sang ibu, antara lain:

  • Air hangat yang digunakan pada water birth memberikan efek menenangkan.
  • Pada masa persalinan lanjut, air dapat meningkatkan energi ibu hamil.
  • Efek mengapung dalam air dapat mengurangi berat ibu sehingga memudahkan pergerakan dan posisi sang ibu.
  • Mengurangi nyeri persalinan.
  • Menurunkan tekanan darah yang disebabkan oleh kecemasan.

Beberapa keuntungan water birth yang akan dirasakan oleh bayi, antara lain:

  • Menyediakan lingkungan yang mirip dengan cairan ketuban
  • Mengurangi stres persalinan

Risiko water birth

Selama 30 tahun terakhir, penelitian mengenai water birth masih terbatas.  Berdasarkan artikel Royal College of Obstetrician and Gynecologysts, pada water birth terdapat risiko emboli air yang terjadi ketika air masuk ke dalam aliran darah ibu. Menurut British Medical Journal, pada water birth terdapat risiko aspirasi air pada bayi yang baru lahir.

American College of Obstetrician and Gynecologyst telah mengeluarkan panduan persalinan di air, yaitu kala 1 persalinan di dalam air masih mungkin menguntungkan bagi ibu hamil, namun kala 2 persalinan sebaiknya tidak dilakukan di dalam air.

Kala 1 persalinan dimulai dari sejak ada kontraksi rahim yang teratur hingga pembukaan serviks lengkap. Studi lain menunjukkan bahwa water birth pada kala 1 persalinan tidak memberikan manfaat baik bagi ibu maupun bayi.

Selain risiko di atas, terdapat beberapa risiko lain dari water birth, yakni:

  • Infeksi ibu dan bayi
  • Bila bayi mengalami stres pada jalan lahir atau tali pusat terpuntir/terikat, bayi mungkin akan mengalami gasping sehingga bayi berisiko menghirup air.
  • Temperatur bayi yang tidak sesuai dengan temperatur sekitar.
  • Risiko kejang atau tidak mampu bernapas pada bayi (seperti tenggelam)

Kondisi yang tidak disarankan untuk water birth

Beberapa kondisi yang tidak disarankan untuk water birth, antara lain:

  • Usia kurang dari 17 tahun atau lebih dari 35 tahun.
  • Herpes, yang dapat ditransmisikan melalui air.
  • Letak sungsang.
  • Perdarahan banyak.
  • Infeksi pada ibu.
  • Kehamilan kembar.
  • Persalinan prematur.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Diabetes.
  • Taksiran berat bayi yang besar.

Di Indonesia sendiri, Persatuan Obstetri dan Ginekologi (POGI) telah mengeluarkan pernyataan bahwa persalinan di dalam air atau water birth tidak disarankan untuk dilakukan pada praktek sehari-hari mengingat risiko yang mungkin terjadi pada ibu dan bayi.

0 Komentar

Belum ada komentar