Sukses

Awas, Jajan Sembarangan Dapat Sebabkan Hepatitis A!

Jajan biasanya menjadi kegemaran para anak-anak. Namun, tahukah Anda bahwa jajan sembarangan dapat sebabkan penyakit hepatitis A? Berikut info medis dari dr. Atika.

Apakah Si Kecil memiliki kebiasaan jajan? Sudahkah Anda memastikan Si Kecil hanya memilih jajanan yang bersih dan higienis? Hal ini sangatlah penting, karena jajan sembarangan menjadi salah satu pintu penularan bagi penyakit hepatitis A!

Penyakit hepatitis A merupakan penyakit peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh virus bernama hepatitis A.  Penyakit yang sangat mudah menular ini menyebabkan hati tidak mampu menjalani fungsinya dengan baik, padahal hati merupakan organ yang sangat penting untuk metabolisme tubuh.

Berikut adalah gejala-gejala yang timbul saat seseorang terkena penyakit hepatitis A:

  • Demam
  • Kulit dan mata tampak kuning
  • Warna air seni berubah menjadi lebih gelap (seperti teh)
  • Mual dan muntah
  • Tubuh lemas
  • Nyeri perut kanan atas
  • Kehilangan nafsu makan

Penyakit ini dapat diderita oleh seseorang akibat tidak sengaja memakan sedikit bagian kotoran penderita Hepatitis A sebelumnya. Bahkan hanya dalam jumlah sedikit, hal ini sudah cukup untuk menyebabkan seseorang tertular penyakit yang sama.

Dalam kondisi apa saja hal ini dapat terjadi?

Berikut beberapa kemungkinan rute transmisi penyakit ini:

  • Seorang penderita Hepatitis A yang tidak menjaga kebersihan tangan pasca buang air besar, menangani makanan (mengolah maupun memasak) dan makanan tersebut termakan oleh orang lain.
  • Mengonsumsi air minum yang berasal dari sumber air terkontaminasi tinja dan tidak dimasak sempurna, terutama di daerah dengan Mandi Cuci Kakus (MCK) kurang memadai.
  • Menggunakan peralatan makan yang dicuci dengan air, yang terkontaminasi tinja penderita sebelumnya.
  • Mengonsumsi kerang mentah yang hidup di air terpolusi tinja.
  • Berkontak erat dengan penderita sebelumnya.

Dengan melihat beberapa kemungkinan proses penularan di atas, jelaslah bahwa jajan sembarangan, misalnya jajan di lingkungan kotor, jajan makanan yang tidak diolah dengan baik, menempatkan risiko terhadap Si Kecil untuk tertular penyakit hepatitis A.

Perlu diketahui, penyakit hepatitis A bersifat self-limiting, artinya dapat sembuh sendiri seiring perbaikan daya tahan tubuh. Meskipun begitu, gejala yang ditimbulkannya dapat menurunkan kondisi Si Kecil sehingga dapat mengganggu aktivitas bermain dan belajarnya akibat lemasnya kondisi penderita.

Selain lemas, gejala mual dan muntah yang hebat juga kadang terjadi sehingga akan sangat menurunkan asupan makanan anak yang dapat memperburuk kondisi anak tersebut.

Untuk itu, menghindari penularan penyakit hepatitis A adalah pilihan yang terbaik. Anak harus diajarkan mengenai cara memilih jajanan, baik makanan maupun minuman, yang sehat dan aman untuk dikonsumsi.

Bila Anda sebagai orangtua sulit untuk memantau jajanan yang dikonsumsi anak, sebaiknya Anda mempersiapkan bekal untuknya agar ia tidak perlu jajan sembarangan. Selain itu, ajarkan juga anak untuk rutin mencuci tangan dengan baik dan benar, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan.

Demikianlah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah anak agar tidak tertular penyakit hepatitis A.

0 Komentar

Belum ada komentar