Sukses

Aturan Pemberian Daging pada MPASI

Penting bagi para orangtua untuk memperhatikan aturan-aturan dalam pemberian daging pada anak. Hal ini dimaksudkan agar nutrisi yang terkandung di dalam daging sesuai dengan kebutuhan anak di usianya.

Kapan anak mulai bisa diperkenalkan daging? Pertanyaan ini kerap terlontarkan ketika membicarakan tentang Makanan Pendamping ASI (MPASI). American Academy of Pediatrics (AAP) sendiri menyatakan tidak ada alasan untuk menunda pemberian daging pada saat anak sudah berusia 6 bulan dan siap dengan makanan pertamanya.

Kendati demikian, penting bagi para orangtua untuk memperhatikan aturan-aturan dalam pemberian daging pada anak. Hal ini dimaksudkan agar konsistensi dan nutrisi yang terkandung di dalam daging sesuai dengan kebutuhan anak di usianya.

Saat anak menginjak usia 6 bulan, cadangan zat besi yang ia dapatkan dari ASI umumnya tidak lagi mencukupi kebutuhannya. Masa-masa ini menjadi masa kritis bila kebutuhannya akan zat besi tidak segera tergantikan dari sumber lainnya, karena kekurangan zat besi pada anak dapat menjadi ancaman untuk perkembangan kecerdasannya di masa mendatang.  

Daging adalah salah satu sumber makanan yang kaya akan zat besi dalam bentuk yang mudah diserap tubuh. Selain zat besi, pada daging juga terdapat kandungan protein dan seng yang tinggi dan sangat diperlukan dalam periode tumbuh kembang anak.

Untuk mengolah daging menjadi makanan yang disukai anak, ada beberapa aturan yang dianjurkan:

  • Pilihan daging

Pilih daging berkualitas baik tanpa lemak atau rendah lemak.

  • Cara memasak

Cara memasak daging yang dianjurkan adalah dengan dipanggang, dikukus atau diolah menggunakan slow cooker. Potong daging menjadi potongan kecil agar daging cepat matang dengan termasak dengan sempurna. Memasak dengan merebus dapat melarutkan sebagian nutrisi yang dikandung daging ke air rebusan. Air rebusan ini memang dapat diberikan kepada bayi dalam bentuk kaldu. Namun, pada sebagian bayi yang belum terbiasa dengan rasa daging, kaldu ini memberikan rasa yang kuat di makanan sehingga beberapa bayi enggan menerimanya.

  • Tekstur daging

Di awal pemberian MPASI, daging dapat diberikan dengan tekstur yang halus atau puree. Pada bayi yang terbiasa mengonsumsi buah atau sayur, pemberian puree daging dapat dicampur dengan buah atau sayur agar bayi lebih mau menerimanya. Seiring dengan bertambahnya usia, tekstur daging dapat dibuat lebih kasar seperti disuwir-suwir atau dicincang kasar.

  • Menyimpan masakan berbahan daging

Setelah dimasak, makanan berbahan daging dapat dibekukan di kulkas seperti halnya bahan makanan lainnya. Akan tetapi, beberapa orangtua enggan melakukannya karena tekstur daging dapat menjadi lebih kasar saat dicairkan dan dihangatkan.

  • Daging olahan

Produk olahan daging seperti sosis, kornet, beef bacon sebaiknya dihindari untuk diberikan ke bayi, karena tinggi garam dan mengandung pengawet serta penambah rasa buatan.

0 Komentar

Belum ada komentar