Sukses

Waspada, Anemia pada Penderita Sakit Ginjal

Anemia ternyata juga dapat terjadi pada penderita sakit ginjal. Berikut pembahasan tentang anemia pada penderita sakit ginjal oleh dr. Dina Kusumawardani.

Anemia atau kurang darah bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah penyakit kronik. Sekitar 80-90% penderita gagal ginjal kronik pada umumnya akan mengalami anemia.

Menurut World Health Organization (WHO), seseorang dapat dikatakan menderita anemia jika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah <13 g/dl pada laki-laki, dan < 12 g/dl pada perempuan. Namun, kriteria anemia pada pasien gagal ginjal kronik berbeda, yaitu jika kadar Hb <11 g/dl.

Kenapa penderita gagal ginjal kronik lebih rentan terkena anemia?

Pada gagal ginjal kronik, terjadi kerusakan organ ginjal yang berakibat pada terjadinya penurunan fungsi ginjal yang disertai dengan penurunan produksi eritropoietin (EPO). Eritropoietin (EPO) merupakan hormon pembentuk hemoglobin. Jadi, jika produksinya berkurang maka kadar hemoglobin pun akan ikut menurun.

Gagal ginjal kronik terdiri dari 5 stadium. Anemia biasanya baru terjadi pada gagal ginjal kronik stadium 3 atau 4. Penderita gagal ginjal kronik stadium akhir (stadium 5) umumnya memerlukan terapi cuci darah atau hemodialisa.

Mengapa anemia pada gagal ginjal kronik sangat berbahaya?

Hemoglobin berfungsi mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh, jika kadar hemoglobin menurun maka asupan oksigen tubuh juga akan ikut berkurang. Komplikasi tersering dari hal ini adalah gangguan jantung, seperti gangguan irama jantung, pembesaran otot jantung, hingga dapat menyebabkan gagal jantung. Jika anemia tidak teratasi, maka dalam waktu lama dapat menyebabkan kematian.

Gejala anemia pada penderita gagal ginjal kronik sama dengan gejala anemia pada umumnya, yaitu lemas, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, gangguan kognitif, pucat, sakit kepala, berdebar-debar, sesak napas, hingga dapat menyebabkan penurunan kesadaran.

Pengobatan anemia pada penderita gagal ginjal kronik adalah dengan pemberian injeksi/suntik EPO. Obat ini disuntikkan secara subkutan (di bawah kulit). Pasien yang sedang menjalani hemodialisa bisa mendapatkan terapi EPO dengan cara disuntik melalui pembuluh darah (intravena).

Pada beberapa kondisi, dokter mungkin akan menyarankan agar pasien anemia pada gagal ginjal kronik untuk mendapatkan transfusi darah jika kadar hemoglobin terlalu rendah. Jadi, sebaiknya Anda berdiskusi dengan dokter Anda mengenai pilihan terapi yang terbaik untuk Anda.

1 Komentar