Sukses

Kuku Panjang Rawan Cacingan, Benarkah?

Kuku panjang diyakini menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan seseorang cacingan. Namun, benarkah kuku panjang dapat berdampak demikian? Berikut info medis dari dr. Atika.

Kuku panjang rawan cacingan adalah istilah yang sering kita dengar sehari-hari. Berdasarkan pada pernyataan ini, anak-anak sangat di wanti-wanti agar tidak memiliki kuku yang panjang.

Namun, apakah pernyataan tersebut benar dari sudut pandang medis?

Jawabannya adalah benar. Kuku panjang memang bisa menyebabkan seorang anak, terutama yang bermain di tanah, rawan terkena cacingan.

Perlu Anda ketahui, salah satu infeksi cacing terbanyak adalah akibat cacing jenis Ascaris lumbricoides. Di Indonesia, kejadian infeksi Ascaris (disebut Askariasis) sangat tinggi, terutama pada anak-anak, frekuensinya antara 60-90%.

Diperkirakan pula 807-1,2 juta orang diseluruh dunia terinfeksi cacing ini. Cacing askaris tergolong sebagai salah satu cacing yang ditularkan lewat tanah. Dengan kata lain, saat telur cacing ada di tanah, menempel di tangan manusia, dan tertelan oleh orang tersebut, maka ia dapat terinfeksi oleh cacing askaris.

Telur cacing askaris dapat sampai di tanah pasca dikeluarkan oleh orang yang sebelumnya terinfeksi. Bila orang yang terinfeksi tersebut buang air besar tidak di jamban, misalnya BAB di dekat rerumputan, di kebun atau taman, atau kotoran manusia tersebut digunakan sebagai pupuk, maka tanah dapat tercampur dengan telur cacing tersebut. Bila telur ini tertelan, maka akan menginfeksi orang tersebut dan cacing askaris dewasa dapat hidup di ususnya.

Beberapa faktor risiko cacing askaris, antara lain:

  • Kebiasaan tidak mencuci tangan
  • Kurangnya penggunaan jamban
  • Kebiasaan menggunakan tinja sebagai pupuk
  • Kebiasaan tidak menutup makanan (kemungkinan dihinggapi lalat yang membawa telur cacing)

Dengan kata lain, kebersihan tangan menjadi salah satu kunci dalam penularan cacingan. Lalu, apa hubungannya kuku panjang dengan cacingan? Faktanya, bawah kuku adalah salah satu area yang cukup sulit dijangkau, sehingga mudah terlewatkan ketika mencuci tangan. Terlebih, apabila orang tersebut memiliki kuku panjang, maka akan lebih sulit lagi untuk membersihkannya bila proses mencuci tangan yang dilakukan tidak saksama dan dilakukan terburu-buru. Dengan demikian, risiko tertular cacingan lebih tinggi pada orang-orang dengan kuku panjang, terutama pasca berurusan/bermain dengan tanah.

Setelah tertelan, cacing akan hidup dalam usus dan berkembangbiak dengan cepat. Cacing askaris dapat memiliki panjang hingga 10-15 cm dalam usus manusia. Satu cacing juga mampu mengeluarkan ribuan telur-telur kecil yang dikeluarkan lewat kotoran. Cacing ini mampu hidup  dengan menyerap nutrisi dari makanan yang kita konsumsi. Oleh sebab itu, cacingan menyebabkan seseorang berisiko kekurangan gizi. Apabila terjadi pada anak-anak, kekurangan gizi dapat mengganggu tumbuh kembangnya.

Oleh karena itu, rendahnya kebersihan diri akibat kuku panjang yang dibarengi dengan proses cuci tangan yang tidak maksimal, serta sanitasi lingkungan yang tidak baik, dapat mengarahkan pada penyakit cacingan.

Mulai sekarang, perhatikanlah dengan benar kebersihan diri dan lingkungan Anda, termasuk menghindari kuku panjang demi terjaganya kesehatan Anda secara maksimal.

0 Komentar

Belum ada komentar