Sukses

Asupan Gizi untuk Anak Sindrom Down

Anak sindrom Down yang terlahir dengan kondisi kesehatan tertentu, memerlukan asupan nutrisi yang agak berbeda dengan anak pada umumnya. Simak penjelasan lengkapnya di sini.
Pola pertumbuhan anak yang terlahir dengan sindrom Down agak berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Selain pertumbuhan yang tidak sepesat anak-anak lain, mereka lebih pendek dan memiliki lingkar kepala yang lebih kecil.

Untuk memastikan pertumbuhan yang optimal pada anak sindrom Down, pertumbuhan tinggi dan berat badan perlu dicatat ke kurva pertumbuhan secara berkala hingga mereka menginjak usia 18 tahun.

American Academy of Pediatrics’ Committee on Genetics menyatakan bahwa anak dengan sindrom Down memiliki keadaan kesehatan tertentu yang menyebabkan mereka memerlukan nutrisi khusus untuk mendukung pertumbuhannya. Karena kondisi fisiknya, anak dengan sindrom Down memiliki kesulitan mulai dari menyusu hingga mengonsumsi MPASI. Hal ini disebabkan oleh rongga mulut yang lebih kecil, tonus otot wajah, lidah, dan bibir yang lebih lemah, langit-langit mulut yang lebih tinggi, lubang hidung yang lebih kecil, dan pertumbuhan gigi yang terlambat.

Dalam pemilihan asupan gizi untuk anak sindrom Down, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

Pemberian Makanan Padat

Pada umumnya anak-anak mendapatkan makanan padat di usia 6 bulan. Namun anak dengan sindrom Down biasanya terlambat diberikan MPASI, salah satunya karena kondisi rongga mulut, tonus otot, dan terlambatnya pertumbuhan gigi.

Terhambatnya pemberian MPASI dapat menyebabkan anak kekurangan zat besi, sehingga rentan terkena anemia. Untuk mengatasi hal ini, dokter akan memberikan suplemen zat besi.

Berat Badan Kurang

Karena kesulitan makan, anak sindrom Down cenderung kurus. Hal ini disebabkan oleh tonus otot rongga mulut, wajah, dan bibir yang lemah, terlambatnya pertumbuhan gigi, serta cenderung menjulurkan lidahnya – yang menyebabkan anak sulit makan dan menelan.

Anda dapat menyiasati hal ini dengan memberikan makanan dalam porsi kecil, namun padat kalori. Contohnya adalah keju, mentega, keju krim, krim, gula, ikan berlemak (salmon, tuna), dan mencampurkan minyak zaitun ke dalam menu makanan anak.

Obesitas

Ironisnya ketika beranjak besar, anak dengan sindrom Down justru memiliki masalah dengan berat badan berlebih atau obesitas. Beberapa faktornya adalah karena mereka lebih pendek, memiliki aktivitas metabolik basal yang lebih rendah 10-15% dari anak pada umumnya, dan hipotiroid (kekurangan hormon tiroid).  Hal tersebut ditambah dengan tonus otot yang lemah dan kelainan jantung, sehingga anak sindrom Down memiliki keterbatasan dalam berolahraga.

Untuk mengatasi kelebihan berat badan, anak sindrom Down harus menghindari makanan berkalori tinggi yang rendah gizi, seperti makanan cepat saji, makanan olahan, serta makanan manis.

Hipotiroid

Karena kekurangan hormon iodium, selain mengonsumsi obat, anak sindrom Down juga memerlukan asupan yodium yang lebih banyak dalam menu makanannya. Hal ini dapat disiasati dengan memberikan garam beryodium dan rumput laut yang kaya akan yodium. Selain pelengkap dalam berbagai menu makanan, rumput laut juga praktis untuk dijadikan sebagai camilan.

Penyakit Celiac

Penyakit celiac – intoleransi usus terhadap gluten – banyak diidap oleh anak dengan sindrom Down. Jika terbukti memiliki penyakit ini, anak harus menghindari makanan yang mengandung gluten untuk seterusnya.

Diet bebas gluten harus diterapkan secara ketat, karena penyakit celiac dapat memicu gangguan pada penyerapan zat gizi oleh usus. Selain itu, penyakit ini dapat menyebabkan gejala diare, nyeri perut, kembung, rewel, ruam kulit, dan sariawan.

Gluten umumnya ditemukan pada makanan yang mengandung gandum, seperti roti, kue, serealia, biskuit, kentang goreng, pasta, saus salad, kecap asin, dan sup. Sementara itu, makanan yang relatif bebas gluten adalah kacang-kacangan, telur, daging, ikan, buah dan sayur, susu, dan produk turunannya.

Sebelum memilih makanan, pastikan Anda membaca label terlebih dahulu. Pilihlah makanan yang bertuliskan “bebas gluten”. Apabila Anda tidak yakin apakah anak mengalami penyakit celiac, disarankan untuk menunda pemberian makanan bergluten hingga usia 18-24 bulan.

Konstipasi

Anak sindrom Down juga sering mengalami konstipasi yang disebabkan oleh rendahnya tonus otot. Untuk mencegah konstipasi, Anda harus memastikan agar kebutuhan air putih dalam sehari terpenuhi. Selain dari air minum, cairan juga dapat diperoleh dari buah, yoghurt, susu, puding, dan es krim. Di samping itu, jangan lupa untuk memberikan anak sayur dan buah dalam porsi yang cukup setiap hari.

Selain itu, ajaklah anak untuk lebih banyak bergerak dan beraktivitas. Banyak beraktivitas akan merangsang usus dan membantu memperkuat otot perut, sehingga mengurangi konstipasi.

Konsultasi

Apabila anak masih mengalami pertumbuhan yang terhambat dan belum optimal, jangan ragu untuk segera berkonsultasi kepada dokter spesialis anak untuk penanganan lebih lanjut.

0 Komentar

Belum ada komentar