Sukses

Alergi pada Anak dengan Sindrom Down

Anak dengan sindrom Down juga rentan mengalami alergi seperti anak-anak lainnya. Ditambah dengan beberapa keadaan khusus yang dimiliki oleh anak sindrom Down, Anda pun harus lebih tanggap terhadap alergi yang diderita.
Sindrom Down adalah kelainan bawaan yang disebabkan oleh kelainan pada kromosom. Anak yang lahir dengan kelainan genetik ini memiliki kemampuan intelektual dan tumbuh kembang yang terhambat. Selain itu, mereka pun memiliki beberapa masalah kesehatan tersendiri.

Pertumbuhan anak dengan sindrom Down tidak sama dengan anak-anak pada umumnya. Pertumbuhan mereka lebih lambat, tinggi rata-rata lebih pendek, dan lingkar kepala lebih kecil.

Mengenal Alergi

Normalnya, sistem kekebalan tubuh bertugas untuk mengenali dan membasmi kuman yang dapat membuat penyakit dalam tubuh. Namun pada kasus alergi, sistem kekebalan tubuh salah mengenali bahan yang tidak berbahaya sebagai sesuatu yang dapat mencederai tubuh. Lalu, sistem kekebalan akan melancarkan serangan yang berujung kepada peradangan dan timbulnya gejala alergi.

Benda-benda yang umumnya menyebabkan reaksi alergi di antaranya makanan, gigitan serangga, obat, debu, tungau, serbuk sari bunga, dan jamur.

Keadaan alergi paling sering menyerang tiga sistem, yakni pernapasan, pencernaan, dan kulit. Pada pernapasan dapat timbul batuk, sesak napas atau asma, pilek, serta hidung meler atau tersumbat. Sementara itu, pada sistem pencernaan dapat muncul diare, konstipasi, diare berdarah, nyeri perut, kembung, mual, dan muntah. Gejala yang tampak pada kulit biasanya berupa ruam merah yang gatal, biduran, dan bengkak.

Alergi pada Sindrom Down

Seperti anak lain pada umumnya, anak dengan sindrom Down juga bisa mengalami berbagai jenis alergi. Meski demikian, studi yang mempelajari alergi dan insidennya pada sindrom Down masih sedikit.

Yang penting untuk diketahui, jika tidak ditangani dengan baik, alergi dapat mengganggu tumbuh kembang dan aktivitas anak. Terlebih, ada beberapa keadaan khusus pada anak dengan sindrom Down yang dapat berpotensi membuat gejala alergi lebih berat. Contohnya, anak dengan sindrom Down memiliki lubang hidung yang lebih kecil – saking kecilnya, mereka cenderung lebih sering bernapas melalui mulut. Anda bisa bayangkan apa yang akan terjadi jika ia mengalami batuk pilek, meler, dan hidung tersumbat.

Anak sindrom Down juga lebih rentan terkena infeksi saluran pernapasan atas. Alergi pernapasan yang kambuh saat sakit dapat semakin memperparah gejala.

Selain pertumbuhan yang lebih lambat, anak sindrom Down juga memiliki kesulitan dalam makan dan minum. Hal ini di antaranya disebabkan oleh rongga mulut yang kecil dan tonus otot muka dan lidah yang lebih lemah. Dan alergi makanan yang tidak ditangani, dikhawatirkan dapat membuat anak dengan sindrom Down jatuh ke dalam keadaan kurang gizi.

Penanganan Alergi pada Sindrom Down

Peraturan pertama dan terpenting adalah mengenali dan menghindari pencetus alergi. Obat antialergi hanya dapat mengurangi dan menghilangkan gejala sementara. Namun jika anak berkontak dengan alergen, reaksi alergi dapat muncul kembali.

Karena alergi dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang, janganlah tunda untuk membawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

0 Komentar

Belum ada komentar