Sukses

Waspada, Radang Sendi Juga Bisa Menyerang Anak dan Remaja

Radang sendi pada umumnya terjadi pada golongan usia dewasa, hingga orang tua. Namun, tahukah Anda bahwa usia anak dan remaja juga bisa terserang penyakit radang sendi? Berikut info medis dari dr. Melyarna Putri.

Radang sendi memang pada umumnya merupakan penyakit yang diderita oleh orang dewasa. Namun pada kenyataannya, usia anak-anak dan remaja juga dapat terserang keluhan yang serupa.

Setidaknya, 10 dari 100.000 anak dapat menderita radang sendi setiap tahunnya. Peradangan sendi yang dialami oleh anak dan remaja dunia medis disebut dengan Juvenille Rheumatoid Arthritis (JIA).

Juvenille rheumatoid arthritis (JIA) ini dapat menyebabkan kecacatan dan keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Sekitar 50 hingga 70% Juvenille Rheumatoid Arthritis (JIA) pada anak dan remaja akan berlanjut sampai dewasa.

Juvenille Rheumatoid Arthritis (JIA) secara medis ditegakkan apabila gejalanya menetap dan dirasakan sebelum usia 16 tahun. Gejala yang dirasakan, misalnya nyeri, merah, bengkak, dan sensasi hangat pada beberapa sendi.

Kondisi ini mempengaruhi kondisi psikologis dan fisik penderitanya. Wajar saja apabila anak-anak dan remaja, yang seharusnya sangat aktif pada usia ini, menjadi sangat terbatas, bahkan dapat menyebabkan krisis kepercayaan diri karena perubahan postur tubuh yang terjadi akibat penyakit ini.1

Namun sebenarnya, secara medis penyebab dari Juvenille Rheumatoid Artritis ini tidak diketahui. Sebuah penelitian di Estonia menyatakan bahwa adanya penyakit ini berhubungan dengan infeksi beberapa kuman, seperti Influenza, rubela, parvovirus, epstein barr virus, dan mycoplasma pneumonia. Selain itu, faktor psikologis dan stres dalam kehidupan juga disebutkan dapat memicu gejala dari Juvenille Rheumatoid Artritis.

Penyakit ini tidak diketahui oleh banyak orang, dan umumnya orang beranggapan bahwa radang sendi merupakan penyakit orangtua sehingga gejalanya sering disepelekan. Hal ini sering kali menyebabkan pengetahuan seseorang terhadap penyebab dari penyakit ini sangat beragam, mulai dari genetik, sistem imun, trauma, infeksi, merokok, alkohol, sampai dengan stres.

Mengingat besarnya dampak yang dapat diakibatkan penyakit ini, maka apabila anak atau remaja mengeluhkan nyeri sendi, sebaiknya lakukan hal-hal berikut ini:

  • Ukur suhu tubuh anak, apabila suhunya di atas 37,5°C artinya anak sedang mengalami demam. Pastikan ke dokter apakah nyeri sendi terjadi merupakan penyakit tersendiri, atau merupakan bagian dari penyakit yang menyebabkan demam tersebut. Pasalnya, penyakit seperti influenza dapat bergejala nyeri sendi dan demam.
  • Ketika anak mengeluh nyeri sendi, lihat sendi pada anak tersebut dan pastikan apakah sendi yang nyeri juga membengkak, berwarna kemerahan, dan terasa hangat bila dipegang. Apabila ya, kemungkinan besar sendinya sedang mengalami peradangan. Segera periksakan ke dokter.
  • Hindari pemberian antinyeri sendiri di rumah tanpa adanya instruksi dari dokter

0 Komentar

Belum ada komentar