Sukses

Efektifkah Urut untuk Mengatasi Nyeri Sendi?

Urut diyakini merupakan suatu terapi yang efektif untuk mengatasi nyeri sendi yang terjadi. Namun, bagaimana pandangan medis terkait efektivitas urut untuk mengatasi nyeri sendi ini? Berikut ulasannya.

Urut sudah merupakan kegiatan yang umum dilakukan pada sebagian besar orang Indonesia. Urut merupakan salah satu terapi alternatif yang dilakukan untuk mengatasi pegal-pegal, nyeri otot, dan nyeri sendi.

Terapis urut, atau lebih dikenal dengan tukang urut, baik tukang urut perorangan maupun yang dikelola oleh badan profesional, saat ini sudah menjamur di kota-kota besar. Sebenarnya, apakah terapi urut ini bermanfaat atau hanya sebatas sugesti saja?

Urut atau pijat banyak digunakan oleh berbagai bidang terapi kesehatan untuk meredakan kelainan otot, kanker, rehabilitasi pasca trauma olahraga, menurunkan stres, relaksasi, menurunkan rasa cemas dan memperbaiki kondisi depresi.

Tidak hanya di Indonesia, urut atau pijat merupakan salah satu terapi alternatif yang juga banyak digunakan di luar negeri. Di Amerika, urut merupakan terapi alternatif yang paling populer. Penggunanya pun semakin lama semakin bertambah. Sebagai contoh di Amerika Serikat, antara tahun 2002 dan 2007, peningkatan penggunaan terapi urut atau pijat dari 10 juta menjadi 18 juta pengguna.

Walaupun sudah umum digunakan untuk berbagai keluhan kesehatan, namun apakah benar terapi urut ini memberikan manfaat secara medis? Menurut sebuah penelitian, ternyata urut memang memberikan manfaat nyata terhadap kesehatan.

Pada radang sendi atau osteoartrtitis, terapi urut terbukti dapat menurunkan nyeri, kekakuan, dan meningkatkan kemampuan melakukan aktivitas fisik setelah menjalani pijat atau urut selama 60 menit setiap minggu atau setiap 2 minggu sekali.

Penelitian yang sama juga menyebutkan bahwa setelah melakukan terapi urut atau pijat 2 kali dalam seminggu, selama 4 minggu, rasa nyeri, dan kekakuan berkurang.  Dampak positif dari urut itu sendiri akan bertahan kurang lebih selama 8 minggu setelah terapi.

Mekanisme bagaimana urut bisa memberikan manfaat sedemikian rupa memang belum sepenuhnya dapat dibuktikan secara medis. Penelitian terakhir menyebutkan bahwa efek positif ini didapatkan dengan adanya peningkatan aliran darah melalui terapi urut. Namun ketika dikonfirmasi melalui pemeriksaan Doppler, hal ini tidak menunjukkan efek yang demikian. Mekanisme lainnya menjelaskan bahwa terapi urut dapat memicu sistem kelenjar getah bening untuk mengeluarkan racun. Namun, hal ini tetap membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Jadi, terapi urut memang dapat digunakan sebagai salah satu terapi tambahan untuk penanganan nyeri sendi, seperti osteoartritis. Tetapi tentu saja, terapi urut atau pijat ini tidak menghilangkan penyebab utama terjadinya peradangan pada sendi, seperti infeksi, autoimun, kelebihan berat badan, diabetes melitus, dan penyakit bawaan pada sendi.

0 Komentar

Belum ada komentar