Sukses

Kram Otot Saat Menyetir dan Cara Mengatasinya

Kram otot merupakan keluhan yang sering kali terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga. Sebenarnya, apa itu kram otot dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasannya.

Kram otot sering kali dirasakan di saat yang tidak terduga. Kram otot yang muncul tiba-tiba, apalagi di saat yang tidak terduga, terkadang membuat orang yang merasakannya menjadi tidak berdaya.

Apa itu kram otot?

Kram otot merupakan kondisi kontraksi pada otot yang terjadi secara tiba-tiba, tidak disadari dan menyebabkan timbulnya rasa nyeri. Otot betis merupakan lokasi otot yang paling sering terkena kram. Keluhan ini biasanya lebih sering timbul pada saat malam hari. Setidaknya, 1 dari 3 orang dewasa pernah mengalami kram otot betis.

Bagi mereka yang sedang beraktivitas, kram yang muncul secara tidak diharapkan ini tentunya akan sangat mengganggu. Terlebih, apabila kram betis ini dialami ketika menyetir.

Seperti yang kita tahu, kegiatan menyetir pada umumnya dilakukan oleh bantuan otot tangan dan otot betis. Namun, kejadian kram betis sering kali membuat pengendara tidak dapat berkendara dengan baik. Oleh sebab itu, kejadian kram otot sebisa mungkin harus dihindari oleh semua pengendara.

Mengapa kram otot bisa terjadi?

Sayangnya, hingga saat ini penyebab pasti dari kram otot betis belum diketahui dengan jelas. Ada yang menyebutkan bahwa terjadinya kram otot betis adalah murni akibat mekanisme saraf tepi. Selain itu, ada pula yang menyebutkan bahwa kram otot betis merupakan mekanisme yang berasal dari saraf spinal atau tulang belakang.

Stimulasi untuk menghilangkan kram otot akan meningkat apabila otot tersebut sedang dalam kondisi lelah. Dengan kata lain, kram otot akan sulit untuk dihilangkan apabila kondisi otot tersebut sedang dalam kondisi kelelahan. 

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk untuk mencegah timbulnya kram betis, yakni:

  • Regangkan otot betis beberapa menit sebelum Anda tidur dengan menarik jari-jari kaki ke arah lutut, namun tungkai dalam keadaan lurus.
  • Pemberian kuinin
  • Pemberian suplementasi magnesium
  • Olahraga secara teratur
  • Penurunan berat badan bagi yang memiliki berat badan berlebih
  • Urut atau pijat
  • Terapi panas

Namun setelah ditelaah lebih lanjut, karena penyebab terjadinya kram ini masih belum jelas, hasil dari tata laksananya pun masih belum dapat memuaskan. Selain itu, bukti medis untuk penatalaksanaannya juga masih belum dapat dipastikan.

Pasalnya, beberapa penelitian mengatakan bahwa terapi yang disebutkan di atas dapat bermanfaat, namun ada pula yang mengatakan sebaliknya. Selain itu, pemberian kuinin untuk mencegah terjadinya kram juga harus diwaspadai dan harus dengan pengawasan oleh dokter, karena penggunaan kuinin dapat berisiko menurunkan jumlah trombosit.

0 Komentar

Belum ada komentar