Sukses

Berikan Vaksin pada Anak sebagai Sumber Pertahanan Tubuh

Selain ASI, anak juga memerlukan vaksin agar sistem pertahanan tubuhnya semakin kuat.
Sumber pertahanan tubuh yang baik sangat diperlukan anak untuk memerangi kuman dan berbagai sumber penyakit. Tahukah Anda, bahkan sumber pertahanan tubuh ini sudah dipersiapkan sejak anak berada dalam kandungan?

Memasuki tiga bulan terakhir masa kehamilan, antibodi dari ibu dialirkan ke janin melalui plasenta. Antibodi ini merupakan sumber imunitas dini yang bayi dapatkan di awal-awal hidupnya, serta bersifat pasif (artinya murni ia dapatkan dari ibunya dan tidak ia bentuk sendiri). Jenis antibodi yang bayi dapatkan selama dalam kandungan amat bervariasi antara satu bayi dengan bayi lainnya. Misalnya, sang ibu banyak terpapar cacar air dalam masa akhir kehamilannya, maka si bayi akan memiliki antibodi terhadap cacar air dari ibunya.

Pentingnya aliran antibodi dari ibu pada masa akhir kehamilan ini membuat bayi yang lahir prematur lebih rentan terhadap penyakit. Bayi-bayi yang lahir lebih awal ini rentan sakit, karena sumber pertahanan tubuhnya belum secara sempurna ia peroleh sebelum ia dilahirkan.

Setelah dilahirkan, secara perlahan antibodi ini akan mulai berkurang dalam hitungan minggu hingga bulan-bulan pertama setelah kelahirannya. Pertahanan tubuh anak kemudian akan ditopang oleh antibodi yang sangat melimpah di Air Susu Ibu (ASI).

ASI untuk Bayi

Kolostrum, cairan berwarna kuning yang keluar di awal setelah bayi lahir, adalah jenis ASI yang paling banyak mengandung antibodi sebagai sistem pertahanan tubuh lanjutan. Orangtua banyak salah kaprah menganggap ASI awal yang relatif lebih encer dan kuning ini tidak baik untuk bayi dan kemudian dibuang. Padahal justru ASI inilah yang amat dibutuhkan bayi.

Mengingat pentingnya ASI sebagai sumber nutrisi serta sistem pertahanan tubuh yang dibutuhkan anak, maka sebaiknya ASI tetap diberikan hingga setidaknya bayi berusia enam bulan dan siap mendapat makanan tambahan. Lebih baik lagi bila ASI dapat dilanjutkan hingga anak berusia dua tahun, sehingga pertahanan tubuh dari ASI dapat secara sempurna ia dapatkan.

Jangan Lupa untuk Berikan Vaksin

Dukungan ASI juga harus diperkuat oleh imunisasi. Vaksin Difteri, Pertusis, dan Tetanus (DPT) serta Haemophilus Influenza tipe B (HiB) adalah vaksin yang akan diberikan pada saat bayi berusia dua bulan. Vaksin ini diberikan awal, karena pertahanan tubuh bayi terhadap kuman-kuman ini sangat cepat menurun setelah bayi dilahirkan dan harus segera ditambahkan.

Sebaliknya, pertahanan tubuh bayi terhadap cacar, mumps dan rubella (MMR) adalah sistem pertahanan tubuh yang paling lama bertahan dalam tubuh bayi setelah ia dilahirkan, bahkan hingga satu tahun. Oleh karena itu, vaksin MMR direkomendasikan diberikan setelah bayi berusia satu tahun.

Di sinilah pentingnya imunisasi sebagai penunjang sistem pertahanan tubuh bayi. Bayi yang tidak mendapatkan imunisasi akan lebih sulit memerangi kuman-kuman yang ada di sekitarnya, dan cenderung lebih berat bila terkena penyakit dibandingkan dengan bayi yang secara lengkap mendapat imunisasi.

0 Komentar

Belum ada komentar