Sukses

Kiat Memotivasi Anak Agar Tidak Malas

Anda merasa anak kurang rajin belajar ataupun melakukan aktivitas lainnya? Baca kiat-kiat di sini untuk memotivasi anak agar tidak malas.
Para pakar pendidikan sebenarnya kurang setuju dengan isilah “anak malas”. Menurut mereka, sebenarnya tidak ada anak yang malas. Semua anak terlahir aktif, hanya saja dalam perjalanannya ia bisa kekurangan motivasi, sehingga terlihat seolah-olah menjadi malas.

Anak yang bahagia, memiliki keadaan mental emosional yang stabil, dan termotivasi dengan baik oleh orangtua dan lingkungan sekitarnya selalu ingin melakukan hal yang terbaik. Mereka ingin mendapatkan pujian dan kasih sayang dari orangtua. Anak sangat ingin agar orangtuanya bangga terhadap mereka.

Namun demikian, apabila ada suatu hal yang membuat anak marah, frustrasi, stres, pesimis, kurang percaya diri, dan kurang termotivasi, anak bisa jatuh kepada kemalasan. Ia menjadi kurang berinisiatif dan tidak bersemangat melakukan segala sesuatu.

Lantas, bagaimana cara menjaga dan meningkatkan motivasi anak untuk tetap rajin?

Bangkitkan Minatnya

Apabila anak tertarik akan suatu hal, ia akan dengan senang hati dan bersemangat melakukannya. Anak akan merasa ingin tahu dan berusaha lebih.

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengetahui minat anak terhadap suatu hal. Anda juga dapat membangkitkan minat anak terhadap suatu hal yang dirasakan penting dan akan berguna bagi masa depannya kelak.

Hindari menyepelekan atau menganggap bahwa kesenangannya akan suatu hal tidak berguna. Anda dapat memberi nasihat, namun jangan mencela atau merendahkan minatnya tersebut.

Cari Sumber Kurangnya Motivasi Anak

Apabila anak tampak malas dan tidak bersemangat, jangan langsung menganggapnya sebagai anak malas dan memarahinya, apalagi mengancam akan menghukumnya jika ia melanggar atau memberikan hasil yang tidak memuaskan. Hal tersebut hanya akan menyebabkan ia semakin marah dan kehilangan motivasi.

Duduklah bersamanya, tanyakan baik-baik apa yang menjadi masalahnya, mengapa ia tidak menyukai dan tidak ingin melakukan suatu hal tertentu. Ceritakan pentingnya suatu hal untuk dilakukan – misalnya belajar, menyelesaikan PR – bagi dirinya, dan apa akibatnya jika ia tidak menimba ilmu di sekolah dengan baik.

Hindari mengkritik anak. Sebaliknya, bangkitkan motivasi dan semangatnya dengan mengatakan bahwa ia dapat melakukannya, dan Anda akan senang dan bangga dengan pencapaiannya.

Fokuslah kepada Hal Positif

Memang di sekolah, anak diharapkan untuk dapat memberikan yang terbaik dalam semua aspek. Namun, apabila anak bukan termasuk anak yang sangat cemerlang, jangan berkecil hati. Anda dapat memfokuskan kepada hal-hal yang menjadi kekuatannya.

Mungkin anak bukan ahli di bidang matematika, betapa kerasnya ia berusaha. Namun ia sangat baik dalam olahraga renang. Anda dapat memaksimalkan bakat dan minatnya dengan memberikan motivasi untuk hal positif yang ia lakukan, dibandingkan dengan terus mencecarnya mengenai nilai-nilai matematikanya yang kurang sesuai dengan harapan.

Bersabar

Anda harus bersabar dan menunggu, jangan menyerah. Jangan tergoda untuk mendorong anak terlalu jauh, yang malah dapat berisiko membuatnya kehilangan motivasi dan putus asa.

Seiring dengan waktu, kesabaran dan kerja keras Anda pasti akan membuahkan hasil.

Di samping itu, untuk memotivasi anak agar tetap rajin, sebaiknya Anda tidak memberikan sistem hadiah dan hukuman. Sistem memberi hadiah apabila anak berlaku baik dan hukuman jika sebaliknya, dianggap hanya akan memberi efek yang sementara. Oleh karena itu, dipandang kurang efektif dalam hal ini. Sistem tersebut kurang dapat menyadarkan anak mengenai makna pentingnya ia melakukan hal-hal yang seharusnya ia lakukan.

0 Komentar

Belum ada komentar