Sukses

Terapi Hormon untuk Atasi Osteoporosis, Amankah?

Osteoporosis merupakan suatu penyakit tulang sistemik yang dapat diatasi dengan menggunakan terapi hormon. Namun, amankah terapi hormon untuk atasi osteoporosis tersebut untuk dilakukan? Berikut info medisnya.
Osteoporosis merupakan penyakit tulang sistemik yang ditandai dengan massa tulang yang rendah dan jaringan tulang yang rapuh. Osteoporosis menjadi faktor utama yang membuat tulang sangat rentan mengalami kepatahan.

Salah satu penanganan osteoporosis yang sempat ramai diperbincangkan adalah terapi pengganti hormon atau Hormone Replacement Therapy (HRT). Dua dekade lalu, HRT (Hormone Replacement Therapy) merupakan satu-satunya penatalaksanaan osteoporosis yang dapat dilakukan pada wanita pasca menopause untuk meningkatkan tingkat hormon estrogen pada wanita tersebut.

Namun dalam 20 tahun terakhir, perkembangan obat dalam penatalaksanaan osteoporosis semakin maju dan terdapat pemahaman yang lebih baik antara kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan jangka panjang HRT (Hormone Replacement Therapy) tersebut.

Efek samping HRT (Hormone Replacement Therapy) termasuk pada peningkatan risiko terjadinya kanker payudara, stroke dan trombosis (penyumbatan) pembuluh darah, serta meningkatnya penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, HRT (Hormone Replacement Therapy) tidak lagi digunakan sebagai penatalaksanaan osteoporosis. Namun pada wanita pasca menopause di bawah usia 60 tahun dengan risiko patah tulang, HRT (Hormone Replacement Therapy) masih dapat dipertimbangkan untuk dilakukan karena kegunaannya dalam menurunkan risiko patah tulang lebih penting daripada risiko kerugian yang akan ditimbulkan terapi tersebut.

Pada wanita menopause, terapi pengganti hormon ini terbukti efektif, terutama jika diberikan pada 5 tahun pertama setelah periode menopause dimulai. Terapi pengganti hormon ini membantu tubuh dalam melindungi tulang serta dapat membantu mengendalikan gejala-gejala menopause.

Konsultasi mendalam dan lengkap dengan dokter sangat diperlukan untuk menentukan apakah seseorang membutuhkan terapi jenis ini. Selain itu, riwayat kesehatan yang lengkap juga diperlukan untuk menjadi dasar pengambilan keputusan oleh dokter.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk menjalani terapi ini, berdiskusilah dengan dokter untuk menentukan pilihan yang tepat agar dapat diperhitungkan keuntungan dan kerugian dari terapi yang dilakukan.

0 Komentar

Belum ada komentar