Sukses

Untuk Cedera, Pilih Kompres Hangat atau Kompres Dingin?

Sering kali kita bingung, harus memilih kompres hangat ataukah kompres dingin? Tidak gampang memilih antara dua pilihan ini. Karena jika salah pilih, maka bisa-bisa malah membuat sakit atau gejala bertambah berat.

Bagi mereka yang gemar berolahraga, mungkin bukan hal yang aneh jika terkena cedera. Entah keseleo, entah terjatuh hingga mengakibatkan luka memar dan patah tulang. Menggunakan kompres saat cedera adalah hal yang paling sering dilakukan, karena termasuk cara yang paling mudah dan bisa dilakukan secepat mungkin.

Tapi sering kali kita bingung, harus memilih kompres hangat ataukah kompres dingin? Tidak gampang memilih di antara dua pilihan ini. Karena jika salah pilih, maka bisa-bisa malah membuat sakit atau gejala bertambah berat.

Lalu, bagaimana cara membedakan kapan harus menggunakan kompres hangat dan kompres dingin? Ini adalah pertanyaan lama yang sering ditanyakan. Dan dapat dijawab berdasarkan jenis cedera yang sedang terjadi. Apakah cedera akut atau cedera yang bersifat kronis? Pertimbangan yang kedua adalah waktu saat Anda menggunakan kompres—apakah sesudah latihan atau sebelum latihan?

Terdapat dua macam cedera yang perlu diketahui:

  • Cedera akut

Cedera akut adalah cedera yang terjadi 48 jam pertama sejak kejadian. Ini biasanya adalah kejadian trauma yang tiba-tiba seperti tabrakan. Tanda-tanda yang sering terjadi saat cedera akut adalah sangat nyeri, memerah, kulit teraba hangat, bengkak serta terjadinya penurunan fungsi.

  • Cedera kronis

Dan yang kedua adalah cedera kronis. Cedera kronis adalah cedera yang terjadi lebih dari 48 jam lamanya. Cedera kronis biasanya cedera yang mempunyai proses kejadian. Dan prosesnya itu sangat lama.

Kompres dingin disarankan untuk terapi dari cedera akut, karena sangat berguna untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit. Kompres dingin paling baik digunakan saat akut, yaitu kurang dari 48 jam setelah kejadian. Bagaimana cara membuat kompres dingin? Ambil handuk yang telah dibasahi lalu letakkan beberapa es batu di atasnya. Lalu, letakkan di atas bagian tubuh yang baru saja mengalami cedera.

Kompres hangat digunakan untuk meningkatkan sirkulasi dan dapat membantu mengatasi demam. Pada saat demam terjadi peningkatan suhu tubuh di atas batas suhu normal, yaitu 37,5 derajat celsius. Demam terjadi karena adanya gangguan pusat pengaturan suhu tubuh yang disebabkan karena kuman, peradangan atau dehidrasi. Nah, kompres hangat membuat tubuh menginterpretasi bahwa suhu di luar lebih panas dibandingkan suhu tubuh, sehingga tubuh melakukan mekanisme berupa penurunan suhu tubuh. Selain itu, kompres hangat akan membuat pembuluh darah mengalami pelebaran sehingga mempermudah pengeluaran panas dari dalam tubuh.

0 Komentar

Belum ada komentar